JABAR EKSPRES – Ada yang berbeda dari kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar oleh Anggota MPR RI Ledia Hanifa Amaliah di Aula Kampus Itenas, Jl. KHP Hasan Mustopa, Kota Bandung, Minggu, 8 Februari 2026 kali ini.
Ledia mengawali paparan dengan pertanyaan “Kenapa ingin kuliah?”
Pertanyaan ini dilontarkan pada para peserta yang terdiri dari ratusan anak-anak SMA/SMK sederajat di Kota Bandung. Tentunya bukan sekadar pertanyaan biasa, tetapi untuk menggali pemahaman peserta sekaligus memberikan ruang pembelajaran bagi generasi muda sebelum memasuki jenjang pendidikan tinggi.
Dalam kesempatan ini, Ledia menyampaikan bahwa masa transisi dari SMA/SMK ke perguruan tinggi merupakan fase penting yang perlu dipersiapkan secara matang. Diantaranya lewat kesungguhan belajar sejak di bangku sekolah. Apalagi negara telah menjamin hak pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Baca Juga:Rakerda PKS Kabupaten Bandung 2025 Sekaligus Launching Satgas Bencana Daerah DPD PKS Kabupaten Bandung Silaturahmi ke Kang DS, Siap Bersinergi Dukung Pembangunan Daerah
Ledia yang juga merupakan Anggota Komisi X DPR RI ini kemudian mengingatkan amanat Pasal 31 Ayat (3) UUD NRI Tahun 1945, yang menegaskan bahwa sistem pendidikan nasional diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara menyeluruh. Menurutnya, proses pembentukan kapasitas generasi muda perlu dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan sejak pendidikan dasar hingga menengah.
Karena itu ia juga menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, pengalaman organisasi, serta kemampuan membangun jejaring sosial.
“Ingat bahwa perguruan tinggi adalah ruang untuk belajar sekaligus membangun masa depan. Maka selain kuliah dengan baik, mahasiswa perlu aktif berorganisasi dan membangun relasi karena hal tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan diri,” ujarnya.
Oleh karena itu untuk penunjang pendidikan yang baik yang bisa membawa masa depan yang lebih baik, Ledia mengingatkan para mahasiswa tidak cukup hanya bergaya kupu-kupu.
“Gaya kupu-kupu, yaitu kuliah-pulang, kuliah-pulang. Tidak cukup. Tapi juga diperlukan aktif berorganisasi, mencari pengalaman dan belajar komunikasi. Sebab ketika masuk dunia kerja yang dibutuhkan itu salah satunya adalah kecakapan berkomunikasi, keterampilan menyelesaikan masalah dan keterampilan bekerja sama yang harus terus dilatih.”
