Asuransi Jasindo Ajak Mahasiswa Unpad Sadar Manajemen Risiko Lewat Literasi Asuransi

Asuransi Jasindo Ajak Mahasiswa Unpad Sadar Manajemen Risiko Lewat Literasi Asuransi
Asuransi Jasindo Ajak Mahasiswa Unpad Sadar Manajemen Risiko Lewat Literasi Asuransi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tidak hanya dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, mahasiswa Indonesia kini dituntut untuk memiliki kesiapan dalam mengelola risiko di tengah dinamika masyarakat.

Menjawab kebutuhan tersebut, Asuransi Jasindo bersama Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar program literasi bertajuk GENCARKAN, yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan tujuan menanamkan pemahaman manajemen risiko sejak dini.

Program yang digelar dalam bentuk “Jasindo Goes to Campus” ini menyasar mahasiswa sebagai generasi muda yang akan menjadi pengambil keputusan di masa depan.

Baca Juga:JETOUR Perluas Pasar di Bandung, Resmikan Showroom Kedua di Jalan BKRRekaman Video Viral 13 Menit 17 Detik Diduga Mahasiswa KKN Tersebar di Media Sosial

Kegiatan literasi ini turut dihadiri oleh para mahasiswa dari Fakultas Peternakan Unpad, yang mendapatkan pemaparan langsung terkait manajemen risiko dalam konteks usaha peternakan.

Menurut Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, kegiatan GENCARKAN bukan sekadar program biasa.

Ia menegaskan bahwa literasi asuransi “bukan sekadar agenda program, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun kesadaran risiko di tengah masyarakat,” Ujar Brellian.

Melalui kolaborasi ini, Asuransi Jasindo berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dan aplikatif bagi mahasiswa.

Brellian menjelaskan bahwa edukasi yang konsisten akan membentuk cara pandang yang lebih matang akan pentingnya kesiapan menghadapi ketidakpastian, baik dari sisi pekerjaan maupun kehidupan pribadi.

Literasi yang Dekat dengan Dunia Mahasiswa

Para peserta program tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga diperkenalkan dengan risiko nyata yang sering terjadi di sektor peternakan, seperti risiko kesehatan ternak, dampak cuaca ekstrem, hingga ancaman penyakit yang dapat menurunkan produktivitas.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diajak melihat betapa pentingnya manajemen risiko sebagai bagian dari praktek usaha peternakan yang berkelanjutan.

Baca Juga:Sedih Guru di Sumedang Cuma Dibayar Rp50 Ribu, Disdik Buka SuaraNenek 83 Tahun Berkompetisi di Pasanggiri Angklung AHM

Lebih lanjut, dalam sesi ini perusahaan didukung oleh pemaparan contoh nyata berupa skema Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).

“Melalui contoh skema Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), kami memperkenalkan kepada mahasiswa bagaimana perlindungan dirancang untuk menyesuaikan dengan karakteristik usaha peternakan, sehingga risiko dapat dikelola secara lebih terencana dan usaha peternakan dapat berjalan lebih sustain,” jelas Brellian.

Manajemen Risiko Tidak Hanya Teori

Selain itu, mahasiswa juga diajak untuk menyaksikan penerapan manajemen risiko secara langsung dalam praktik usaha peternakan sapi yang nyata.

0 Komentar