Menurutnya, daya tarik United Day lahir dari kepercayaan penonton yang tumbuh sejak edisi pertama. Rasa nyaman dan pengalaman yang konsisten membuat audiens selalu kembali, sekaligus menantikan kejutan baru tiap tahunnya.
“Selalu ada sesuatu yang ‘wah’ dan berbeda. Itu yang dicari penonton,” ujarnya.
Dari sisi promotor, Dany Kajul dari Hellprint mengaku tak menyangka respons publik akan sebesar ini. “Jujur kaget. Sampai jam tujuh malam masih ada sekitar 4.000 orang di luar area,” katanya.
Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu
Ia memperkirakan jumlah penonton United Day 9 menembus belasan ribu orang, menjadikannya salah satu edisi terbesar sepanjang sejarah festival ini. Salah satu faktor utama, menurut Dany, adalah keputusan menghadirkan Slank.
“Banyak permintaan masuk lewat DM. Setelah dilihat, Slank sekarang juga punya basis audiens muda. Target kami 18–35 tahun, dan mereka relevan di situ,” kata dia.
Selain Slank, momen spesial juga datang dari Burgerkill yang tampil dengan vokalis baru dan kolaborasi bersama Anime String Orchestra Bandung, Sekitar 12 musisi hadir di atas panggung, menciptakan pengalaman yang jarang ditemui di festival musik keras.
Dany pun berharap kolaborasi Hellprint dan Supermusic ke depan tak hanya terpusat di Bandung. Ia menyinggung rencana tur lintas kota yang sempat berjalan pada 2016–2017 dan berharap bisa kembali digelar setelah Lebaran tahun ini.
Bagi Bimbim dari Slank, Supermusic United Day 9 adalah ruang pertemuan yang penting. “Happy tiap dengar ada acara musik keras. Sampai mikir mau bawain lagu apa, bahkan kepikiran bawain lagu ‘Anjing’ yang jarang banget dibawain,” ujarnya.
Ia melihat acara ini sebagai ajang di mana generasi lama dan baru bisa saling bertemu tanpa jarak “Ini bukan cuma soal main musik. Ini soal gen lama ketemu gen baru. Musik yang bikin semuanya nyambung,” katanya.
Hal serupa dirasakan The SIGIT. Vokalis Rektivianto Yoewono mengaku bangga bisa kembali tampil di United Day. Meski musik mereka tak sepenuhnya berada di spektrum musik keras, The SIGIT merasa selalu dirangkul oleh komunitas.
