Simpang Susun Cileunyi Kian Kumuh dan Semrawut, Kemampuan Pemkab Bandung Benahi Kawasan Dipertanyakan 

Simpang Susun Cileunyi Kian Kumuh dan Semrawut, Kemampuan Pemkab Bandung Benahi Kawasan Dipertanyakan 
Sejumlah angkot berhenti di ruas jalan kawasan Simpang Susun bawah Tol Cisumdawu di Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kawasan bawah jembatan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), kian hari kondisinya semakin memprihatinkan. Pasalnya, selain sejumlah angkutan kota (angkot) yang mengetem di ruas jalan, menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) liar membuat kawasan makin semrawut.

Kondisi kawasan Simpang Susun Cileunyi tersebut, diketahui masuk wilayah Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Warga Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Junjunan Maulana Yusuf (35) mengaku, jika kondisi kawasan Simpang Susun Cileunyi dinilai merusak pemandangan.

Baca Juga:Stok Kebutuhan Pokok Aman Jelang Ramadan, Harga di Pasar Kabupaten Bandung Relatif StabilTelan Anggaran hingga Rp80 Miliar, Mesin Parkir di Bandung Jadi Pemborosan Pajak yang Tak Balik Modal 

“Apa mau begini terus kondisi di sini? Jujur, saya mah salaku orang Cileunyi prihatin melihat kawasan Simpang Susun Cileunyi makin kesal karena pemandangannya kumuh,” katanya, Senin (9/2).

Junjunan menambahkan, seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui dinas terkait, bisa cepat tanggap menertibkan kondisi semrawutnya Simpang Susun Cileunyi, bukan sekedar gertakan.

“Soalnya, kawasan Simpang Susun Cileunyi, ini bisa dibilang merupakan etalasenya Kabupaten Bandung,” tutupnya.

Melalui pantauan Jabar Ekspres di lokasi, kondisi semrawut itu kolong tol Cisumdawu terlihat difungsikan menjadi terminal liar, ada yang membuka show room mobil, juga menjamur kios-kios pedagang.

Tak hanya itu, pemandangan kian kumuh terpantau dari tembok benteng yang penuh dengan coretan alias vandalisme, bahkan sampah pun berserakan di pinggiran kawasan.

Masih berdasarkan pantauan, sejumlah trayek angkot dengan tenangnya ngetem di kolong jembatan Tol Cisumdawu. Tak hanya satu tapi berjajar membaris akibat tidak ada ruang terminal.

Sementara kios-kios liar berjejer sejak belokan Cibeusi menuju arah Rancaekek, termasuk warung-warung di bawah jembatan Tol Cisumdawu.

Baca Juga:Pengetatan Desil Picu Lonjakan, 202.889 Warga Bandung Barat Dicoret dari PBI JK APBNKilas Balik Tragedi AACC 2008, Konser Musik yang Merenggut 11 Korban Jiwa di Bandung

Sementara itu, Warga Kecamatan Cileunyi, Dr M Agus Rahmat, yang juga sebagai akademisi di perguruan tinggi wilayah Jatinangor, Kabupaten Sumedang mengeluhkan hal serupa.

“Saya yang hampir tiap hari lewat Simpang Susun Cileunyi saat ke kampus pemandangannya kian kumuh,” bebernya.

“Yang jadi pertanyaan, kemana dan dimana pemerintah,” tambah Agus.

Menurutnya, setelah dilihat, saat ini di sekitar Pasar Sehat Cileunyi (PSC) tepatnya di lahan pemerintah, Pemkab Bandung tengah membangun bangunan.

“Bukan tak setuju Pemkab Bandung membangun pasar kan ada PSC. Ketimbang membangun pasar, (ideal baiknya) benahi dulu Simpang Susun Cileunyi,” ujar Agus.

0 Komentar