JABAR EKSPRES – Masyarakat yang penasaran dengan dapur Radio saat ini air, kini tak perlu jauh-jauh ke kantor Radio. Sesi itu hadir langsung di halaman Cihampelas Walk (Ciwalk) Bandung.
Ya, itu salah satu langkah Kementerian Ekonomi Kreatif dalam upaya mendukung dan menjaga ekosistem Radio Tanah Air. Karena Radio dinilai masih menjadi salah satu modal untuk menjaga ketahanan negara.
Di salah satu sudut taman pusat perbelanjaan itu kini berdiri booth Radio Ekraf. Booth itu jadi tempat para penyiar radio di Kota Bandung untuk mengudara. Sejumlah stasiun radio di Kota Bandung akan bergantian. Itu akan berjalan selama sebulan ke depan.
Baca Juga:Minim Fasilitas dan Perlindungan HKI, Pemkab Bandung Barat Genjot Regulasi EkrafProaktif “Belanja Masalah”, Kemenko PM Fasilitasi Solusi Bagi Pelaku Ekraf Bandung
Sehingga masyarakat yang belanja di Ciwalk bisa melihat langsung para penyiar mengudara dan menyapa pendengar. Selain itu juga bisa foto-foto di tempat yang telah disediakan.
Wamen Ekraf Irene Umar menuturkan, Bandung merupakan salah satu kota kreatif. Makanya ini menjadi salah satu tempat roadshow dalam menghadirkan Radio Ekraf. “Apalagi wali kotanya (M Farhan. Red) mantan penyiar radio juga,” terangnya, Minggu (8/2/2026).
Perempuan yang juga mantan penyiar radio itu melanjutkan, roadshow Radio Ekraf itu dimulai tahun lalu. Rencananya akan terus berjalan ke kota kabupaten di Indonesia.
Menurut Irene, Radio masih relevan sebagai pusat penyebaran informasi di tengah perkembangan zaman. Tapi memang ada beberapa hal yang perlu diadaptasikan.
“Radio itu bukan hanya sebuah bentuk entertainment, tapi juga sebagai bentuk ketahanan bangsa. Dan juga diingat kembali bahwa Indonesia itu merdekanya lewat (ada peran. Red) radio loh, di 1945 pengumumannya itu waktu itu lewat radio,” jelasnya.
Irene melanjutkan, radio juga menjadi wadah untuk mengorbitkan insan-insan berbakat. Tidak sedikit para MC atau publik speaker lahir dari radio. Termasuk kini Wali Kota Bandung.
Sementara itu Wali Kota Bandung M Farhan juga menyambut baik terobosan yang dilakukan Kementerian Ekraf. Hadirnya Radio Ekraf di ruang publik ini jadi salah satu pengungkit agar ekosistem Radio tidak punah.
Baca Juga:Wamenekraf Dorong Daerah Jadi Poros Ekonomi Restoratif IndonesiaMenteri Ekonomi Kreatif Dorong Pembentukan Dinas Khusus Ekraf di Kota Banjar
“Sekarang media telah banyak bergeser ke ruang digital atau podcast. Tapi romantisme Radio tak boleh ditinggalkan. Terima kasih Kementerian Ekraf sudah mendukung salah satu sektor industri kreatif,” jelasnya. (son)
