Pemkab Bandung Barat Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pemkab Bandung Barat Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail saat melantik pengurus Fekraf KBB di Hotel NEO Kota Baru Parahyangan. Jumat (6/2). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Sementara itu, Ketua Forum Ekonomi Kreatif Bandung Barat, Adi Candra Wiratmadja, menilai dukungan kepala daerah menjadi modal penting bagi pengembangan ekonomi kreatif di KBB.

Ia menyebut, tantangan utama bukan terletak pada kualitas sumber daya manusia, melainkan pada upaya menggali dan menampilkan potensi yang sudah ada.

“PR kita sebenarnya bukan di SDM, tapi bagaimana potensi itu tergali dan terlihat,” ujar Adi.

Baca Juga:Event JAZZ HUJAN Digelar Perdana di Kota Bogor, Usung Konsep Intimate dan Dorong Ekonomi Kreatif Daerah Ruang Kreatif Jadi Motor Baru Ekonomi Desa Bandung Barat

Adi mengungkapkan, sejumlah produk ekonomi kreatif asal Bandung Barat bahkan sudah menembus pasar internasional dan rutin mengikuti pameran di luar negeri, seperti di Singapura. Namun, capaian tersebut belum banyak diketahui publik.

“Produk-produk kita ada yang sudah ekspor, bahkan saat ini ada yang ikut pameran di Singapura. Di Batujajar juga ada produk yang sering diikutsertakan di pameran. Itu sebuah nilai dan produk, tapi tidak terlihat. Nah, ini menjadi PR kita bersama,” jelasnya.

Menurut Adi, Fekraf siap berperan sebagai penghubung sekaligus kurator, terutama bagi pelaku UMKM yang selama ini belum tersentuh dukungan optimal, seperti di wilayah Cililin.

“Di Cililin banyak UMKM yang belum tersupport. Dengan adanya Fekraf, kami bisa membantu melalui koneksi yang kami miliki,” katanya.

Terkait rencana pembangunan ruang kreatif, Adi mengakui hal tersebut membutuhkan proses dan waktu. Namun, ia optimistis gagasan tersebut dapat terwujud seiring dengan komitmen Pemerintah Daerah.

“Membuat ruang kreatif memang pekerjaan yang membutuhkan waktu. Tapi Bupati sudah berkomentar, itu pasti akan cepat terwujud, cepat atau lambat,” ujarnya.

Adi juga menilai Bandung Barat memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kawasan kreatif baru, seiring hadirnya infrastruktur strategis seperti KCIC, Kota Baru Parahyangan, hingga Kereta Cepat Whoosh.

Baca Juga:Wamenaker Tekankan Budaya K3 sebagai Kunci Wujudkan Pekerjaan LayakOJK Soroti Risiko Digital dan Kripto, Perkuat Pengawasan Perbankan di Tengah Transformasi Global

“Kalau Bandung punya istilah Bandung Kreatif, keinginan ke arah sana pasti ada. Apalagi di Bandung Barat banyak potensi. Saya yakin itu akan segera terwujud,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar