Perdagangan RI–China Melesat Capai 13 Persen di 2025, Ketergantungan Impor Kian Terlihat

Perdagangan RI–China Melesat Capai 13 Persen di 2025, Ketergantungan Impor Kian Terlihat
Ilustrasi perdagangan Indonesia dengan China yang semakin kuat. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hubungan dagang Indonesia dan China terus menunjukkan tren penguatan pada 2025. Nilai perdagangan bilateral kedua negara tercatat melonjak 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan semakin intensifnya arus barang dan kerja sama ekonomi di antara keduanya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Senin (2/2) menunjukkan total nilai perdagangan Indonesia–China sepanjang 2025 mencapai 154,58 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke China tercatat sebesar 67,04 miliar dolar AS, sementara impor dari China mencapai 87,54 miliar dolar AS. Kenaikan impor yang mencapai 18,53 persen jauh melampaui pertumbuhan ekspor yang sebesar 6,9 persen.

Kondisi ini menegaskan posisi China sebagai mitra dagang utama bagi Indonesia dengan pangsa ekspor dan impor masing-masing mencapai 23,7 persen dan 36,7 persen.

Baca Juga:Jaga Harga, Mendag Pastikan Pasokan Daging dan Pangan Aman Jelang Idul Fitri 2026Perkuat Kesiapan Nasional, Komisi XII Dukung Penguatan Kerja Sama Nuklir Indonesia dan AS 

Selain itu, BPS juga menguraikan beberapa komoditas dengan peningkatan ekspor tertinggi ke China pada 2025 antara lain penghasilan nonperak, feronikel, sel fotovoltaik, minyak kelapa sawit, emas, hingga kopi robusta.

Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada 2025 tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya tercatat sekitar 6 persen, seiring dengan kerja sama ekonomi Indonesia-China yang semakin menguat.

Sementara, para akhir Mei 2025 Indonesia dan China memperkuat kerja sama di sejumlah bidang melalui penandatanganan 12 nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis dalam pertemuan antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri China Li Qiang di Jakarta.

Adapun sejumlah kemitraan baru tersebut mencakup kerja sama dalam bidang perindustrian dan rantai pasokan. Penguatan kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama antara presiden kedua negara di Beijing pada November 2024 lalu, yang menyepakati upaya penguatan kerja sama strategis Indonesia-China.

0 Komentar