JABAR EKSPRES – Suasana was-was kembali menyelimuti kalangan pegawai di lingkungan kantor Dinas Kesehatan Kota Banjar. Insiden pencurian dengan modus operandi pecah kaca kendaraan kembali terjadi, kali ini menimpa seorang tenaga kesehatan.
Korban adalah Nana Herdiana, seorang pegawai gizi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjar yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Gizi Indonesia (Persagi) Kota Banjar. Kejadian yang tersebut berlangsung di area parkiran kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar, Selasa (3/2/2026) siang.
Menurut keterangan yang dihimpun, korban saat itu tengah berkunjung ke kantor Dinkes Kota Banjar untuk urusan rapat. Nana Herdiana memarkirkan mobilnya di area parkir yang disediakan. Namun, ia tidak menyangka bahwa kunjungan itu akan berakhir dengan kerugian materiil dan trauma.
Baca Juga:Parkir Sebentar, Mobil Warga Cimahi Jadi Sasaran Pencurian Pecah KacaMobil Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor Kena Teror, Kaca Pecah dan Ban Kempes
Sekitar pukul 13.00 WIB, setelah aktivitas di dalam kantor usai, korban baru menyadari bahwa kaca mobilnya di bagian pengemudi telah pecah. Tidak hanya itu, sebuah laptop miliknya yang ditinggalkan di dalam mobil Honda Freed abu telah raib digasak maling.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banjar, Rohendi, ketika dikonfirmasi via telepon membenarkan kejadian tersebut. Rohendi menjelaskan kronologi singkat bahwa korban memang sedang bertugas untuk rapat ketika musibah itu terjadi.
Yang lebih memperparah kondisi adalah fakta bahwa lokasi kejadian perkara ternyata merupakan titik buta dari pengawasan keamanan elektronik. “Mobil diparkirnya di luar jangkauan CCTV,” ujar Rohendi.
Insiden ini bukan hanya sekadar kasus pencurian biasa, melainkan telah menyentuh rasa aman dan nyaman para aparatur sipil negara yang sehari-hari melayani masyarakat.
Rohendi mengakui bahwa kejadian tersebut cukup mengejutkan seluruh jajaran pegawai di kantornya. “Kami cukup kaget dengan kejadian ini dan membuat was-was ke depannya,” tuturnya.
Kejadian ini juga membuka memori kolektif akan rentetan aksi serupa yang pernah terjadi sebelumnya di wilayah Kota Banjar. Modus smash and grab atau pecah kaca dan ambil barang berharga di dalam mobil, tampaknya masih menjadi ancaman yang belum teratasi secara tuntas.
Rohendi menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah evaluasi dan peningkatan keamanan. “Kami akan meningkatkan keamanan ke depannya,” ujarnya.
