Usai Sepekan Mengungsi, Warga Pasirlangu Pulang dengan Keterbatasan Air

Warga Pasirlangu mengantre sembako sebelum dipulangkan dari posko pengungsian
Warga Pasirlangu mengantre sembako sebelum dipulangkan dari posko pengungsian. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

“Ke depan direncanakan ada sekitar sepuluh titik sumur bor. Untuk sementara, warga diminta menggunakan air sehemat mungkin,” ujar Nur Awaludin.

Air bersih menjadi persoalan paling mendasar ketika warga mulai pulang. Hal itu juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyebut air sebagai kebutuhan pertama yang harus dipastikan tersedia.

“Ketika warga kembali ke rumah, tantangan terbesarnya adalah air bersih. Itu yang sedang kami kejar,” katanya.

Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan

Upaya tersebut sebelumnya mendapat dukungan dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. Setelah menitipkan bantuan Rp1 miliar, Raffi kembali menyalurkan tambahan Rp2 miliar yang akan difokuskan untuk pembangunan sumur bor di kawasan terdampak.

Berdasarkan hasil kajian, sebanyak 56 rumah di Desa Pasirlangu berada di zona kuning dan dinyatakan aman untuk kembali dihuni. Sementara 80 rumah lainnya harus direlokasi 48 di antaranya rusak berat hingga hilang, dan 34 rumah berada di zona merah yang rawan longsor susulan.

Di posko yang kian sepi, masih ada warga yang belum bisa pulang. Mereka menunggu relokasi, menunggu kepastian, menunggu tanah benar-benar diam. Sementara bagi yang sudah melangkah pulang, hidup dimulai kembali dari hal paling sederhana menakar air, membagi sembako, dan menerima kenyataan bahwa pulang, setelah bencana, tak pernah benar-benar mudah. (Wit)

0 Komentar