115 Mahasiswa Jawa Barat Menjalani Pendidikan Dasar Bela Negara Menwa Mahawarman

Bela Negara
Sebanyak 115 mahasiswa mengikuti Pendidikan Dasar Bela Negara Resimen Mahasiswa Mahawarman Jabar di Pusat Pendidikan Keuangan (Pusdiku) Direktorat Keuangan Angkatan Darat.
0 Komentar

BANDUNG – Di balik kabut pagi dan udara dingin Pusat Pendidikan Keuangan Direktorat Keuangan Angkatan Darat, 115 mahasiswa dari berbagai penjuru Jawa Barat berdiri sejajar, mengenakan seragam yang sama, membawa semangat yang serupa.

Mereka bukan tentara, tetapi sedang belajar tentang disiplin, pengabdian, dan arti kebersamaan melalui Pendidikan Dasar Bela Negara Resimen Mahasiswa Mahawarman Jawa Barat di Pusat Pendidikan Keuangan (Pusdiku) Direktorat Keuangan Angkatan Darat.

Langkah-langkah yang awalnya terasa berat perlahan berubah menjadi irama kebersamaan. Latihan fisik, baris-berbaris, dan ketegasan instruktur bukan hanya menguji kekuatan tubuh, tetapi juga kesabaran dan ketahanan mental para mahasiswa. Di sela kelelahan, mereka belajar satu hal penting: tidak ada perjuangan yang bisa dilalui sendirian.

Baca Juga:Pemuda Energi Tuntut Audit Proyek Bermasalah di Rakernas METIPerkuat Sinergi Pendidikan-Profesi, PPNI Jabar MoU dengan 4 Kampus Keperawatan 

Pendidikan ini tidak berhenti pada materi dasar kemiliteran. Para siswa Menwa Mahawarman juga mendapatkan pembekalan kepemimpinan dan nilai-nilai kebangsaan dari para alumni yang tergabung dalam Korps Mahawarman. Kisah-kisah pengabdian para senior menjadi cermin bahwa Menwa adalah ruang pembentukan karakter, tempat idealisme muda ditempa agar tetap berpihak pada kemanusiaan dan Bangsa.

Komandan Menwa Mahawarman Jawa Barat, Erpin Muhamad, S.H., menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan ini adalah membentuk manusia yang siap memimpin dan siap mengabdi. “Kami ingin mereka memiliki kepemimpinan, empati, dan keberanian untuk mengambil peran di kehidupan yang sesungguhnya, bukan hanya di barisan latihan,” ujarnya.

Selain kepemimpinan, para mahasiswa juga dibekali materi Penanggulangan Bencana, Penanggulangan Bahaya Narkoba, Penanggulangan Terorisme dan Radikaslisme dan Pengetahuan Cyber serta Pengetahuan Bela Negara. Mereka diajak memahami bahwa di saat bencana datang, di saat masyarakat membutuhkan pertolongan, kehadiran mereka bisa menjadi harapan. Kesadaran itulah yang kemudian diperkuat melalui latihan berganda selama tiga hari di wilayah Parongpong, Lembang.

Di kawasan pegunungan Lembang yang dingin dan sunyi, para mahasiswa akan belajar dan bekerja dalam tekanan. Di sana, kelelahan, dingin, dan keterbatasan akan menjadi guru yang mengajarkan arti solidaritas dan kepedulian sesungguhnya.Pendidikan dasar ini bukan sekadar fase awal menjadi anggota Resimen Mahasiswa.

0 Komentar