Terus Menunjukan Tren Positif, 2.154 Siswi SD dan MI Ikuti MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025-2026

MilkLife Soccer Challenge
Antusiasme para siswi Kota Kembang untuk ikut ambil bagian dalam MilkLife Soccer Challenge (MLSC) terus menunjukkan tren positif
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Antusiasme para siswi Kota Kembang untuk ikut ambil bagian dalam MilkLife Soccer Challenge (MLSC) terus menunjukkan tren positif. Hal tersebut dapat terlihat dari peningkatan jumlah peserta Seri 2 2025 – 2026 MilkLife Soccer Challenge dari penyelenggaraan tahun lalu.

Dari yang sebelumnya atau pada penyelenggaraan MLSC Bandung 2025 tercatat 1.798 siswi ikut bertanding, kali ini atau pada MLSC Bandung Seri 2 2025 – 2026, jumlah peserta kembali meningkat menjadi 2.154 siswi.

2.154 siswi tersebut terdiri dari 94 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Bandung dan sekitarnya. Perhelatan sepak bola putri yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife terbagi ke dalam 66 tim KU 10 dan 136 tim KU 12.

Baca Juga:LDII Jabar Didik Entrepreneur Muda Wujudkan  Kamtibmas KondusifIni 7 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Beli Akun Genshin Impact

Dalam MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 2 2025 – 2026 yang berlangsung mulai 22 Januari hingga 1 Februari 2026 di Lapangan Candradimuka Pusdikif dan Stadion Sidolig, Bandung, Jawa Barat tersebut, persingan tim terjadi sangat ketat.

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Bandung Fauzi Bramantio mengakui jika pada tahun ini banyak peningkatan kualitas para peserta. Dampaknya, juara bertahan tahun lalu pun harus tumbang dibabak awal.

“Peningkatan pemain terjadi karena banyak dari mereka yang bergabung ke SSB. Sehingga, berdampak besar dengan kualitas yang lebih baik,” ungkapnya kepada para awak media, Sabtu (31/1/2026).

Dia juga mengakui adanya juara baru dalam MLSC kali ini proses regenerasi disetiap sekolah sudah berjalan dengan baik. Sehingga, yang sebelumnya saat ada pemain yang dulu di tim juara sudah keluar atau naik kelas, performa tim pasti goyang.

“Contohnya SDN 026 Bojongloa yang juara di Seri 1 (KU 12) kemarin, mereka kehilangan dua pemain intinya. Secara permainan terlihat ada penurunan,” paparnya.

“Inilah salah satu faktor yang membuat peta persaingan selalu berubah. Selain itu, lawan-lawan juga terus berkembang. Banyak pemain yang menambah porsi latihan di luar sekolah formal mereka,” sambungnya.

Banyaknya peserta dengan kualitas yang sangat membaik, Fauzi pun mengakui jika hal tersebut sedikit menyulitkan dirinya untuk memilih pemain yang sesuai standar atau bahkan lebih baik dari dari pemain yang sudah ada di ekstra training.

0 Komentar