Hari Kedelapan Pencarian Korban Longsor Pasirlangu, 5 Jenazah Dievakuasi

Hari Kedelapan Pencarian Korban Longsor Pasirlangu, 5 Jenazah Dievakuasi
Tim gabungan tengah mengevakuasi korban longsor Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tim SAR Gabungan mengevakuasi lima jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada hari kedelapan operasi pencarian, Sabtu (31/1/2026).

Proses pencarian melibatkan personel lintas instansi dengan mengombinasikan metode manual, penggunaan alat berat, serta bantuan anjing pelacak. Operasi difokuskan pada tiga titik area yang ditetapkan sebagai zona prioritas sejak awal pencarian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan penemuan jenazah terjadi secara bertahap sejak pagi hingga menjelang siang hari di sejumlah lokasi kerja tim.

Baca Juga:Ratusan Pengungsi Longsor Pasirlangu Alami Gangguan KesehatanHari Kedelapan Pencarian, 3.675 Personel SAR Dikerahkan di Longsor Pasirlangu

“Penemuan pertama tercatat pukul 09.29 WIB di Worksite B2. Selanjutnya satu jenazah ditemukan di Worksite A1 pukul 10.23 WIB, kemudian tiga jenazah lainnya dievakuasi dari Worksite A2 hingga pukul 11.25 WIB,” ujar Ade Dian dalam keterangan resmi.

Hingga pukul 11.32 WIB, seluruh jenazah berhasil dievakuasi dan dibawa ke posko untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur. Dengan penambahan tersebut, total jenazah yang berhasil dievakuasi sejak hari pertama bencana hingga saat ini mencapai 65 bodypack.

Meski demikian, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap sekitar 15 korban yang diduga masih tertimbun material longsor. Area pencarian terus diperluas berdasarkan hasil evaluasi lapangan dan kondisi medan.

Sementara itu, berdasarkan data Disaster Victim Identification (DVI), hingga Jumat (30/1/2026) pukul 22.00 WIB, sebanyak 49 bodypack dari 50 yang telah diserahkan berhasil teridentifikasi. Sisanya masih menjalani proses identifikasi lanjutan oleh tim DVI untuk memastikan identitas korban secara akurat.

Ade Dian menegaskan seluruh personel SAR diminta tetap mengutamakan keselamatan selama bertugas. Kondisi tanah yang masih labil serta cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian.

“Operasi pencarian akan terus dilanjutkan selama masa tanggap darurat masih berlaku, dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan dan diserahkan kepada keluarga,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar