Ratusan Pengungsi Longsor Pasirlangu Alami Gangguan Kesehatan

Kondisi para pengungsi di GOR Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Sabtu (31/1)
Kondisi para pengungsi di GOR Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Sabtu (31/1). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ratusan pengungsi bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mulai mengalami gangguan kesehatan selama masa pengungsian di posko darurat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan KBB, Lia N. Sukandar, mengatakan sejak hari pertama kejadian hingga hari kedelapan penanganan, tercatat sebanyak 655 orang menjalani pemeriksaan kesehatan di pos pelayanan kesehatan, baik rawat jalan maupun rujukan ke rumah sakit.

“Keluhan yang paling banyak kami temui bersifat ringan, seperti sakit kepala, gangguan lambung, dan kelelahan. Namun ada juga beberapa kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan,” kata Lia saat ditemui di Posko Kesehatan Pasirlangu, Sabtu (31/1/2026).

Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan

Dari jumlah tersebut, sebanyak 291 jiwa tercatat mengalami gangguan kesehatan dan masih terus dipantau oleh tim medis di lapangan. Saat ini, lima orang di antaranya masih menjalani observasi medis.

Menurut Lia, untuk kasus dengan kondisi berat, tim kesehatan langsung melakukan rujukan ke rumah sakit rujukan, termasuk pengungsi dengan riwayat penyakit tertentu.

“Pasien dengan kondisi khusus tidak memungkinkan hanya dirawat di posko, sehingga kami langsung merujuknya ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Selain pengungsi, sejumlah petugas juga mengalami cedera saat proses evakuasi. Lia menyebutkan terdapat tiga prajurit Marinir yang mengalami luka, dua di antaranya dirawat di RSUD Dustira akibat patah tulang, sementara satu lainnya dirawat di rumah sakit di wilayah Lembang.

“Total ada sembilan orang yang sempat dirujuk ke rumah sakit. Empat sudah dipulangkan, dan saat ini masih ada lima pasien yang menjalani perawatan,” jelasnya.

Terkait kesiapan layanan kesehatan, Lia memastikan ketersediaan tenaga medis dan logistik kesehatan masih mencukupi. Dinas Kesehatan KBB juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bio Farma yang menyalurkan vaksin antitetanus.

“Kami menyiapkan 100 vial vaksin tetanus untuk kebutuhan sekitar 1.000 relawan,” katanya.

Baca Juga:Dion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib BandungDPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat Sasaran

Dinas Kesehatan KBB memastikan pelayanan kesehatan di lokasi bencana akan terus berjalan hingga 7 Februari 2026. Pelayanan dilakukan melalui sistem klaster kesehatan yang dikoordinasikan oleh puskesmas setempat.

0 Komentar