Tangani Longsor Pasirlangu, Pemkab Bandung Barat Gelontorkna Rp7,3 Miliar

Tangani Longsor Pasirlangu, Pemkab Bandung Barat Gelontorkna Rp7,3 Miliar
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 158 warga terdampak bencana longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Menyusul situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menetapkan status darurat bencana dan mengucurkan anggaran sebesar Rp7,3 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD.

Incident Commander (IC) Bencana Longsor Pasirlangu, Ade Zakir, mengatakan status darurat bencana ditetapkan selama 14 hari. Penetapan tersebut bertujuan mempercepat proses penanganan di lapangan, terutama pencarian korban hilang dan penanganan pengungsi.

Baca Juga:Cuaca Masih Jadi Kendala Utama, SAR Perluas Area Pencarian ke Sektor B2 Longsor PasirlanguAncaman Longsor Mengintai, Pemkot Bandung Fokus Lakukan Pantauan di Beberapa Titik 

“Status darurat bencana sudah ditetapkan selama 14 hari. Untuk mendukung penanganan, pemerintah daerah menyiapkan anggaran Rp7,3 miliar yang bersumber dari BTT APBD,” kata Ade saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).

Ade menjelaskan, anggaran tersebut dialokasikan untuk tiga klaster utama penanganan bencana, yakni sektor kesehatan melalui Dinas Kesehatan, sektor sosial melalui Dinas Sosial, serta penanganan kebencanaan yang dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Penggunaannya mencakup layanan kesehatan bagi korban dan pengungsi, proses identifikasi jenazah oleh tim DVI, kebutuhan operasional alat berat, hingga pemenuhan logistik dan dapur umum,” ujarnya.

Selain korban terdampak langsung, bencana longsor juga menyebabkan 564 jiwa dari 164 kepala keluarga terpaksa mengungsi. Para pengungsi sementara ditempatkan di dua lokasi, yakni 306 jiwa di Aula Desa Pasirlangu dan 258 jiwa di GOR Desa Pasirlangu.

Sementara itu, data kerusakan menunjukkan sebanyak 48 unit rumah mengalami rusak berat. Rumah-rumah tersebut tersebar di tiga wilayah, masing-masing di RW 07, RW 10, dan RW 11 Desa Pasirlangu.

Ade menambahkan, penanganan lanjutan seperti evakuasi rumah dan perencanaan relokasi masih menunggu hasil kajian zonasi kawasan dari Badan Geologi. Evaluasi terhadap status darurat bencana dan kebutuhan anggaran juga akan dilakukan setelah masa darurat berakhir.

“Untuk saat ini, fokus kami masih pada pencarian korban yang belum ditemukan dan penanganan pengungsi. Sementara kebutuhan lain masih terus kami hitung seiring proses kajian yang berjalan,” pungkasnya.

Baca Juga:Retakan Tanah Muncul di Teras Kamojang Ibun, Polisi Sebut Berpotensi LongsorRelokasi Korban Longsor Pasirlangu Terkendala Ketersediaan Lahan

Sekedar diketahui, berdasarkan data sementara, dari total 158 warga terdampak langsung, sebanyak 78 orang dinyatakan selamat. Sementara itu, 80 orang sempat dilaporkan hilang akibat tertimbun material longsor.

0 Komentar