Pemkot Cimahi Dorong Pendidikan Sepanjang Hayat Lewat Program Sekolah Lansia

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira saat bersama dengan para lansia dalam kegiatan Sekolah Lansia Stikes
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira saat bersama dengan para lansia dalam kegiatan Sekolah Lansia Stikes Budi Luhur di Techno Park Cimahi Selatan (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia melalui pendekatan pendidikan sepanjang hayat.

Salah satu upaya yang kini digencarkan adalah Program Sekolah Lansia. Program ini mendorong warga lanjut usia tetap aktif, produktif, dan berdaya melalui kegiatan pembelajaran nonformal.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira menegaskan bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia. Menurutnya, akal dan ilmu pengetahuan merupakan anugerah utama yang harus dimanfaatkan secara maksimal demi kemaslahatan hidup, baik di dunia maupun akhirat.

Baca Juga:Awal 2026, BULOG Kancab Bandung Gencarkan Penyerapan GKP di Sentra Produksi Padi SumedangBrother Chang Dibuka di Bandung, Perpaduan Cita Rasa Asia dan Kisah Inspiratif

“Pendidikan itu adalah life long learning. Seumur hidup, bahkan sampai liang lahat, kita harus terus mencari ilmu. Itulah kelebihan manusia yang Allah berikan,” ujar Adhitia saat ditemui di Techno Park Cimahi, Kamis (29/1/2026).

Ia menilai, tanpa ilmu pengetahuan, manusia akan kehilangan nilai pembeda sebagai makhluk yang dimuliakan. Karena itu, menuntut ilmu bukan hanya kewajiban di usia muda, melainkan tanggung jawab sepanjang hayat, termasuk bagi para lansia.

Adhitia turut membagikan kisah inspiratif dari Nepal tentang Durga Kami, perempuan berusia 68 tahun yang kembali menempuh pendidikan formal bersama anak-anak berusia 10 hingga 14 tahun.

Meski harus mengenakan seragam sekolah, mengikuti pelajaran di kelas, mengerjakan tugas hingga larut malam, serta berolahraga bersama murid lainnya, Durga berhasil menuntaskan pendidikannya dengan hasil membanggakan.

“Kisah ini membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Yang terpenting adalah semangat dalam jiwa untuk terus belajar, aktif, dan produktif,” katanya.

Di Kota Cimahi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKBP2) telah menginisiasi Sekolah Lansia di sejumlah wilayah, di antaranya Pasir Kaliki dan Cimahi Tengah. Total peserta program tersebut saat ini mencapai sekitar 270 orang lansia.

Disisi lain, menurut Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmokomenegaskan bahwa lansia memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan nilai, moral, dan karakter generasi penerus bangsa.

Baca Juga:Belanja di Ciwalk Makin Seru, Banyak Hadiah dan Promo RomantisIni 4 Jenis Olahraga Ringan, Tubuh Makin Sehat!

Ia mengatakan, lansia bukan sekadar kelompok usia lanjut, melainkan sumber kearifan dan pengalaman hidup yang tak tergantikan.

“Sekolah Lansia Budi Luhur sebagai program pendidikan nonformal yang sarat nilai seni, budaya, serta kearifan lokal. Program ini menjadi ruang penting agar lansia tetap eksis, aktif, dan berdaya di tengah masyarakat,” katanya.

0 Komentar