Wahyu menekankan bahwa perjalanan hidup para lansia merupakan modal sosial yang sangat berharga. Pengalaman panjang tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk sikap, etika, dan karakter kebangsaan generasi muda.
“Pengalaman panjang yang telah mereka lalui menjadi fondasi penting dalam membentuk sikap, etika, serta karakter kebangsaan generasi muda,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, tanpa kehadiran dan kebijaksanaan para lansia, arah pembangunan moral masyarakat akan kehilangan pijakan yang kuat.
Baca Juga:Awal 2026, BULOG Kancab Bandung Gencarkan Penyerapan GKP di Sentra Produksi Padi SumedangBrother Chang Dibuka di Bandung, Perpaduan Cita Rasa Asia dan Kisah Inspiratif
“Bapak dan ibu (lansia) adalah orang-orang hebat. Lebih dulu memiliki pengalaman daripada kami yang masih relatif muda. Tanpa kebijaksanaan bapak dan ibu sekalian, kami bukan apa-apa,” bebernya.
Menurut Wahyu, penghormatan terhadap lansia bukan sekadar empati sosial, melainkan bagian dari tanggung jawab kolektif dalam menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan lintas generasi. Karena itu, keberadaan Sekolah Lansia dinilai sangat relevan dengan tantangan sosial saat ini.
Ia juga menilai, lansia yang aktif dan sehat akan menciptakan suasana kehidupan sosial yang lebih harmonis, hangat, dan bermakna bagi Kota Cimahi secara keseluruhan.
“Sekolah Lansia Budi Luhur ini merupakan program luar biasa yang layak mendapat dukungan penuh dari semua pihak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wahyu menekankan bahwa lansia harus dipandang sebagai aset strategis Pemerintah Kota Cimahi, bukan sekadar penerima layanan sosial. Mereka merupakan penjaga nilai, pengalaman hidup, serta kearifan lokal yang perlu dirawat, dilibatkan, dan diberdayakan secara berkelanjutan.
“Lansia wajib hukumnya diakui dan diakuisisi sebagai aset Pemerintah Kota Cimahi,” tegasnya.
Dari sisi akademik, Ketua STIKes Budi Luhur Cimahi, Sri Wahyuni menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam membangun lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan bahagia melalui Program Sekolah Lansia. Ia menolak anggapan bahwa lansia adalah kelompok pasif yang hanya membutuhkan perawatan.
Baca Juga:Belanja di Ciwalk Makin Seru, Banyak Hadiah dan Promo RomantisIni 4 Jenis Olahraga Ringan, Tubuh Makin Sehat!
Menurutnya, aktivitas yang terarah, terstruktur, dan berkelanjutan justru menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hidup lansia, baik secara fisik, mental, maupun sosial.
“Lansia harus sehat, produktif, mandiri, dan bahagia. Mereka membutuhkan ruang untuk terus berkegiatan,” ujar Sri.
Ia menjelaskan, Program Sekolah Lansia Budi Luhur saat ini telah disesuaikan dengan kurikulum nasional.
