Akibat Cuaca Ekstrem, BKPH Lembang Tutup Sementara Sejumlah Kawasan Wisata Alam 

Akibat Cuaca Ekstrem, BKPH Lembang Tutup Sementara Sejumlah Kawasan Wisata Alam 
Ilustrasi: Pemkab Bandung Barat saat meninjau lokasi longsor di kawasan wisata Curug Pelangi, Kecamatan Cisarua. Dok Humas Pemda KBB
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah objek wisata alam di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ditutup sementara oleh Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Lembang menyusul kondisi cuaca yang tidak menentu disertai hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah potensi bencana alam, seperti longsor, banjir, dan pohon tumbang, yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung maupun pengelola kawasan wisata.

Kepala BKPH Lembang, Cucu Supriatna, mengatakan seluruh destinasi wisata alam di bawah pengelolaan BKPH Lembang ditutup sementara mulai 24 hingga 31 Januari 2026.

Baca Juga:Bentrokan Berdaran Dua Anggota Ormas di Lembang, Polres Cimahi Amankan Kedua PelakuUsai Bentrokan Ormas, Kapolres Cimahi Pastikan Lembang Kondusif

“Keselamatan menjadi prioritas utama kami. Ketika kondisi cuaca dinilai berisiko, maka penutupan sementara harus dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Cucu, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, wilayah Lembang memiliki karakteristik perbukitan dan kawasan hutan yang rawan terdampak cuaca ekstrem. Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus dapat meningkatkan potensi longsor dan pohon tumbang di kawasan hutan.

“Kalau hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama, risikonya cukup besar, terutama longsor dan pohon tumbang di kawasan wisata alam,” katanya.

Selain menutup objek wisata, BKPH Lembang juga mengimbau masyarakat untuk menunda berbagai aktivitas luar ruang yang berisiko, seperti kegiatan berkemah, pelatihan, hingga kegiatan kampus, termasuk pendidikan dan latihan dasar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara menunda kegiatan luar ruang, terutama yang melibatkan banyak orang, demi keselamatan bersama,” kata Cucu.

Sejumlah objek wisata air turut terdampak kebijakan ini, di antaranya Curug Layung, Curug Pelangi, dan Curug Barugbug. Penutupan dilakukan menyusul meningkatnya debit air yang berasal dari Situ Lembang akibat tingginya curah hujan.

“Debit air saat ini meningkat cukup signifikan. Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir bandang dan arus deras di kawasan air terjun, sehingga sangat berbahaya bagi pengunjung,” ucapnya.

Baca Juga:Cuaca Ekstrem Mengintai, Pengelola Wisata Lembang Diminta Siaga PenuhAkhir Pekan Ini Jadi Puncak Kunjungan Wisatawan ke Lembang, Antisipasi Kemacetan Diperketat

Cucu menambahkan, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan apakah seluruh kawasan wisata alam dapat kembali dibuka setelah 31 Januari 2026.

“Pembukaan kembali akan kami evaluasi berdasarkan kondisi cuaca dan keamanan di lapangan. Saat ini kami juga fokus melakukan perbaikan fasilitas wisata, pipa air ke permukiman warga, serta penanganan pohon-pohon yang berpotensi membahayakan,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar