JABAR EKSPRES – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat masih menunggu hasil laboratorium. Itu menindaklanjuti dugaan pencemaran yang menyebabkan ribuan ikan mati di Situ Citongtut Bogor.
Kepala DLH Jabar Ai Saadiyah Dwidaningsih menuturkan, pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian di Situ Citongtut tersebut. Pihaknya kini juga tengah mengidentifikasi kejadian tersebut.
Ai menguraikan, kalau dari laporan masyarakat memang ditemukan lapisan minyak berwarna hitam pada sempadan Situ Citongtut, termasuk penemuan saluran inlet yang mengeluarkan cairan berbau.
Baca Juga:Ribuan Ikan Mati, DLH Siap Segel Perusahaan yang Terbukti Buang Limbah di Situ CitongtutBangkai Ikan Penuhi Situ Citongtut, Pemkab Bogor Akui Kerepotan Investigasi 21 Perusahaan Diduga Tak Ber-IPAL
“Sebelum dan setelah kejadian kematian ikan secara massal itu hujan juga cukup deras,” cetusnya, Selasa (27/1/2026).
Ai melanjutkan, di bagian hulu Situ, setidaknya teridentifikasi ada 22 usaha dan kegiatan yang mengalirkan air limbahnya ke saluran air menuju inlet Situ Citongtut. “Tapi ada juga aliran air dari permukaan warga,” jelasnya.
Untuk mendalami perkara itu, UPTD Laboratorum Lingkungan DLH Provinsi Jawa Barat juga telah mengambil sampel air di area Situ Citongtut. Ada 4 titik sampel, itu akan diuji terlebih dahulu. Perkiraan hasilnya keluar 8-14 hari ke depan.
Sehingga pihaknya masih belum bisa menyimpulkan penyebab utama kematian ikan di Situ tersebut. “Tim masih di lapangan, kami juga masih menunggu hasil laboratorium,” jelasnya.
Sebelumnya, ribuan ikan di Situ Citongtut, Gunungputri, Kabupaten Bogor, ditemukan mati mendadak dan mengapung di permukaan air.
Peristiwa ini viral di media sosial dan memicu dugaan kuat adanya pencemaran limbah dari perusahaan di sekitar kawasan danau. Video yang beredar memperlihatkan kondisi air Situ Citongtut berubah menjadi hitam pekat, disertai bau menyengat dari bangkai ikan.
Sejumlah relawan lingkungan tampak turun langsung membersihkan bangkai ikan untuk mengurangi dampak bagi warga sekitar.
Baca Juga:Badan Geologi: Curah Hujan hingga Tingginya Aktivitas Alih Fungsi Lahan Picu Longsor Susulan di Cisarua KBBSitu Citongtut Tercemar Limbah, Ribuan Ikan Mati Mendadak
Dalam salah satu unggahan Instagram, perekam video menyebut terdapat puluhan perusahaan yang diduga membuang limbah sembarangan ke situ tersebut.
“Lapor kang Dedi, di Situ Citongtut banyak yang buang limbah sembarangan. Ada 27 perusahaan yang tidak punya IPAL,” ujar suara dalam video. (son)
