Prajurit TNI Diduga Hilang dalam Longsor Cisarua, Kini Beredar Video Peti Jenazah

Prajurit TNI Diduga Hilang dalam Longsor Cisarua, Kini Beredar Video Peti Jenazah
Bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 23 Prajurit TNI diduga ikut menjadi korban dalam bencana di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kini beredar video peti jenazah beserta foto para prajurit tersebut.

Kabar hilangnya prajurit TNI AL itu turut menyelimuti kejadian bencana yang terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari. Dari informasi yang diterima Jabar Ekspres, peristiwa itu bermula dari Prasatgas Gobang 7 yang mendapat tugas latihan pada Jumat (23/1) di sekitar lokasi bencana. Saat itu belum terjadi bencana.

Dalam latihan tersebut, terdapat sejumlah prajurit TNI dan dibagi dalam beberapa kelompok dalam latihan. Mereka ditempatkan di koordinat tertentu, kemudian sekitar pukul 20.00 (WIB) para prajurit sudah menempati koordinat masing-masing.

Baca Juga:Badan Geologi: Curah Hujan hingga Tingginya Aktivitas Alih Fungsi Lahan Picu Longsor Susulan di Cisarua KBBUrbanisasi Dorong Alih Fungsi Lahan, Menteri LH Soroti Pemicu Longsor Cisarua Bandung Barat

Kemudian Sabtu (24/1) dini hari, terjadi bencana banjir dan longsor di Cisarua itu. Lalu hingga pukul 10.00 WIB, dua kelompok dari prajurit TNI yang sedang latihan itu hilang kontak atau tidak bisa dihubungi. Total ada 23 prajurit dalam 2 kelompok tersebut.

Lalu pada Senin (26/1/2026), beredar video berisi peti jenazah beserta foto prajurit TNI. Itu bebarengan dengan proses evakuasi yang tengah dilakukan di lokasi bencana, di mana foto-foto prajurit TNI yang ada di samping peti-peti jenazah itu sesuai dengan daftar prajurit yang terlibat dalam latihan di Cisarua tersebut.

Sementara itu, Penerangan Lanal Bandung, Suryana masih belum banyak menyampaikan keterangan saat dikonfirmasi perihal tersebut. “Untuk sementara masih kami kroscek. Belum ada keterangan resmi,” singkatnya.

Di sisi lain, pada Senin pagi setidaknya sudah 25 jenazah berhasil dievakuasi. Sebanyak 17 jenazah telah diserahkan kepada keluarga. (son)

0 Komentar