JABAR EKSPRES – Nama Layvin Kurzawa belakangan ramai diperbincangkan di bursa transfer Liga 1. Bek kiri asal Prancis itu disebut-sebut masuk radar Persib Bandung. Reaksinya pun beragam, ada yang langsung menyebutnya pemain “kelas Eropa”, tak sedikit pula yang ragu karena faktor usia.
Namun jika ditarik ke data dan fakta, Kurzawa bukan sekadar nama besar tanpa isi.
Berdasarkan catatan Transfermarkt, Kurzawa telah mencatatkan lebih dari 280 penampilan di level klub, dengan torehan 25–29 gol dan 33 assist sepanjang karier profesionalnya. Ia juga mengoleksi 14 caps bersama Timnas Prancis. Statistik itu dikumpulkan saat membela klub-klub seperti AS Monaco, Paris Saint-Germain, Fulham (pinjaman), hingga Boavista.
Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara
Yang perlu digarisbawahi, Kurzawa adalah bek kiri, bukan winger atau gelandang serang. Artinya, kontribusi gol dan assist tersebut menunjukkan profil fullback modern yang aktif membantu serangan, bukan sekadar penjaga sisi lapangan.
Secara gaya bermain, Kurzawa dikenal agresif dalam menyerang. Ia kerap melakukan overlap hingga garis akhir, berani melakukan cut-inside ke area tengah, serta tak ragu masuk ke kotak penalti. Crossing menjadi senjata utamanya, namun finishing juga bukan hal asing baginya.
Selama membela PSG, Kurzawa beberapa kali mencetak gol dari skema open play, muncul tiba-tiba di depan gawang lawan. Sebuah karakter yang jarang dimiliki bek kiri pada umumnya.
Meski begitu, Kurzawa bukan tanpa catatan. Ia bukan tipe bek defensif murni. Saat terlalu aktif naik membantu serangan, ruang di sisi kiri kerap terbuka. Di Eropa, performa terbaiknya muncul ketika ia mendapat dukungan sistem, bek tengah kiri yang siap melakukan cover, serta gelandang bertahan yang disiplin menjaga area.
Jika dikaitkan dengan Liga 1 Indonesia, konteksnya bisa berbeda. Tempo permainan cenderung lebih pelan dibanding kompetisi Eropa, banyak tim bermain dengan low block, dan Persib dikenal sebagai tim yang sering mendominasi penguasaan bola.
Dalam skenario tersebut, Kurzawa justru berpotensi menjadi senjata. Saat sisi kanan serangan buntu, bola dapat dialirkan ke kiri, di mana Kurzawa melakukan overlap, melepas crossing, atau menusuk ke tengah. Dari sisi pengalaman, kualitas teknik, dan pengambilan keputusan, ia berada di atas rata-rata bek kiri Liga 1.
