Di sisi lain, Walhi menyatakan pendekatan berbeda perlu diterapkan kepada pengelola yang sedang berupaya memperbaiki pengelolaan sampah. Jefry mencontohkan Pasar Caringin yang tengah mengelola sampah organik secara mandiri.
“Produksi harian sampah pasar tersebut mencapai 40 ton, namun baru 20 ton sampah yang bisa ditangani atau sekitar setengahnya,” kata dia.
Walhi menegaskan persoalan sampah tidak dapat dilihat semata sebagai masalah teknis.
Baca Juga:Tancap Gas! Indonesia Manfaatkan WEF Davos 2026 untuk Perkuat Posisi di Mata Investor Global Reformasi Tata Kelola, Dedi Mulyadi akan Pangkas Puluhan BUMD Jabar Jadi Satu Holding
“Kerusakan di muka bumi bukanlah kejadian acak, melainkan konsekuensi dari cara manusia berperilaku dan berpikir,” ujar Jefry.
Menurut Walhi, tanpa perubahan cara pandang dan nilai, pembangunan infrastruktur dan penerapan teknologi tidak akan menyelesaikan persoalan.
“Perubahan sejati tidak dimulai dari infrastruktur, tetapi dari jiwa dan cara pandang,” pungkasnya.
