JABAR EKSPRES – Tembok penahan tanah (TPT) di proyek Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Rancabungur, Kabupaten Bogor, ambruk.
Proyek yang menelan dana sekitar Rp18 miliar dari APBD 2025 memicu sorotan publik terhadap kualitas pembangunan fasilitas umum.
Camat Rancabungur, Dita Aprilia, mengatakan pihaknya sudah meninjau lokasi dan tengah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
Baca Juga:Tancap Gas! Indonesia Manfaatkan WEF Davos 2026 untuk Perkuat Posisi di Mata Investor Global Reformasi Tata Kelola, Dedi Mulyadi akan Pangkas Puluhan BUMD Jabar Jadi Satu Holding
“Sudah kami tinjau ke lokasi dan saat ini sedang berkoordinasi dengan Dispora Kabupaten Bogor, akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya, Jumat (23/1).
Sementara itu, kritik terhadap proyek GOM Rancabungur juga datang dari kalangan mahasiswa.
Khotman Fadhil Nurhuda, salah satu mahasiswa yang menyoroti kejadian tersebut, menilai bahwa pembangunan fasilitas umum seharusnya dilakukan dengan kualitas yang baik, terlebih proyek tersebut menggunakan anggaran publik yang besar.
“Setiap pembangunan fasilitas umum seharusnya dibangun dengan baik karena ke depannya menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, jika anggarannya besar dan lebih dari cukup untuk membangun fasilitas yang kokoh.
Melihat kondisi di lapangan, sepertinya Pemerintah Kabupaten Bogor perlu turun langsung dan melakukan audit agar ke depannya penyelenggara pengadaan fasilitas lebih serius.
Ambruknya TPT pada proyek GOM Rancabungur ini menambah perhatian publik terhadap kualitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor, khususnya proyek-proyek yang menggunakan dana pemerintah.
