“Sifatnya itu bukan pengadaan, tapi lahan milik Pemda. Gitu. Dah kalau pengadaan mah lebih berat lagi, duitnya gede,” katanya.
Selain masalah lahan, implementasi program juga menghadapi tantangan pasar yang sudah ada. Pendirian gerai sembako atau apotek koperasi harus bersaing dengan ritel dan layanan kesehatan yang telah eksis, sehingga pelaksanaan tidak bisa instan.
Dukungan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program, baik dari sisi SDM koperasi maupun pendampingan pemerintah pusat, termasuk distribusi dan administrasi.
Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara
“Tapi setahu saya itu sudah dikonsepkan semua. Cuman ya memang pelan-pelan gitu tidak bisa langsung,” ucapnya.
Terkait permodalan, ia menilai hal tersebut tidak menjadi kendala utama, selama koperasi siap secara administratif dan manajerial.
“Terus kan bicara modal, kalau modal sebenarnya enggak ada masalah karena kalau Koperasi Merah Putih siap, mereka bikin proposal itu kan di Bank BJB juga sudah mereka bisa mengajukan pinjaman. Gitu, secara konsep bagus, potensi ada cuman memang butuh effort besar,” pungkasnya. (Mong)
