JABAR EKSPRES – Suara keras dilayangkan oleh Sapma PP dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Banjar terhadap kondisi sarana pelayanan angkutan sampah yang dinilai sudah tidak laik pakai.
Dalam audiensi yang digelar pada Kamis (22/1/2026), kedua organisasi tersebut mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh.
Audensi yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar, tersebut menitikberatkan pada buruknya kondisi armada pengangkut sampah yang dianggap telah mengabaikan standar pelayanan minimal kebersihan kota.
Baca Juga:44 Ton Sampah Membanjiri TPA Cibeureum Setiap Hari, DLH Banjar Serukan Pilah dari RumahSampah di Sejumlah TPS Kota Banjar Menumpuk, DLH: Anggaran untuk BBM Pengangkut Belum Ada
Ketua Sapma PP Kota Banjar, Irwan Herwanto, menyatakan bahwa pihaknya menyampaikan empat tuntutan utama yang juga disepakati oleh DPC GMNI Kota Banjar, yang diwakili oleh Septian Lestari.
“Tuntutan pertama adalah penyelesaian masalah prioritas, kami mendesak DLH untuk segera mengambil langkah konkret terhadap persoalan lingkungan hidup yang mendesak di wilayah Kota Banjar sebagai bentuk tanggung jawab moral,” katanya.
Tuntutan kedua menekankan pentingnya transparansi anggaran, dengan meminta DLH memberikan penjelasan terbuka mengenai kebijakan dan program kerja tahun 2026 kepada elemen masyarakat dan mahasiswa untuk memastikan prinsip keberlanjutan.
Lebih lanjut, tuntutan ketiga menyerukan optimalisasi pelayanan publik. Mereka menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang telah menunaikan kewajiban retribusinya.
“Terakhir, kami mendorong dibukanya ruang dialog yang konstruktif dan transparan secara berkala demi terciptanya pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik,” ujarnya.
Menanggapi desakan tersebut, Kepala DLH Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar, mengakui adanya masalah pada sarana angkutan. Ia menyebutkan bahwa dari total 46 kontainer sampah yang dimiliki, hanya 23 unit yang beroperasi dengan baik. Sementara itu, 15 unit lainnya mengalami kerusakan ringan dan 8 unit rusak berat.
“Kami memang mengalami hambatan,” ujarnya. Ia berharap perbaikan dapat dilaksanakan pada anggaran perubahan tahun 2026 mengingat anggaran pemeliharaan yang selama ini ada terbatas dan tidak mencukupi untuk perbaikan kerusakan yang ada.
Baca Juga:Strategi Terpadu Kota Banjar Wujudkan Lingkungan Bersih dan Berdaya, Sampah Jadi BerkahSampah Menumpuk di Banjar, Kadis LH Desak Kamisama Benahi Operasional
Namun, di balik pengakuan tersebut, kondisi di lapangan jauh lebih memprihatinkan. Sejumlah truk sampah ditemukan beroperasi dalam kondisi bak yang bolong dan keropos akibat korosi.
