Sampah di Sejumlah TPS Kota Banjar Menumpuk, DLH: Anggaran untuk BBM Pengangkut Belum Ada

Sampah di Sejumlah TPS Kota Banjar Menumpuk, DLH: Anggaran untuk BBM Pengangkut Belum Ada
Sampah di TPS dekat Terminal Tipe A Kota Banjar sudah tiga hari tidak diangkut ke TPA. Hingga Selasa (6/1/2026), sampah rumah tangga tersebut terus menumpuk bahkan meluber ke pinggir jalan. (Foto: Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bau menyengat dan pemandangan tidak sedap kini menyambut warga di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Banjar.

Selama tiga hari berturut-turut, timbunan sampah rumah tangga tidak kunjung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menyebabkan gunungan sampah menumpuk dan bahkan berserakan keluar dari area penampungan TPS di Kota Banjar.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat sekaligus memunculkan kekhawatiran akan potensi gangguan kesehatan dan lingkungan.

Baca Juga:Strategi Terpadu Kota Banjar Wujudkan Lingkungan Bersih dan Berdaya, Sampah Jadi BerkahSampah Menumpuk di Banjar, Kadis LH Desak Kamisama Benahi Operasional

Pantauan Jabar Ekspres di beberapa titik TPS, seperti di TPS dekat Terminal Kota Banjar, menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Sampah-sampah dalam kantong plastik maupun yang terbuka telah memenuhi bak penampungan hingga meluber ke pinggir jalan.

Sisa makanan dan material organik lainnya yang mulai membusuk menjadi sumber bau yang tajam, menarik perhatian lalat dan binatang pengganggu. Warga yang tinggal di sekitar lokasi TPS pun mengeluhkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran akan dampaknya.

“Setiap pagi biasanya sampah sudah bersih diangkut. Sudah tiga hari ini seperti ini, menumpuk dan baunya sangat mengganggu. Kami khawatir ini bisa jadi sarang penyakit,” ujar Sari (38), seorang warga di sekitar TPS, Selasa (6/1/2026).

Menanggapi kondisi yang terjadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar, membenarkan adanya keterlambatan pengangkutan sampah.

Ia menjelaskan bahwa penyebab utama terjadinya penumpukan sampah tersebut lantaran anggaran operasional, khususnya untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) kendaraan armada pengangkut belum ada.

“Anggaran untuk BBM kendaraan pengangkut sementara ini belum keluar dan sekarang sedang dicarikan solusinya. Sudah 3 hari sampah belum terangkut,” kata Asep Tatang Iskandar saat dikonfirmasi secara terpisah, Selasa.

Ia menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya maksimal untuk mencari jalan keluar agar layanan pengangkutan sampah dapat kembali berjalan normal secepat mungkin.

Baca Juga:Warga Desak TPS Kamisama Serahkan Layanan Sampah ke DLH Kota BanjarTPST Kamisama Nunggak Retribusi Sampah ke Pemkot Banjar, Alhasil Sampah Meluber

Situasi ini tidak hanya berdampak pada warga, tetapi juga secara langsung dirasakan oleh para petugas kebersihan di lapangan. Mereka tampak kebingungan menghadapi timbulan sampah yang terus bertambah setiap harinya, sementara armada pengangkut tidak dapat beroperasi.

Aktivitas pemilahan sampah yang biasanya dilakukan di TPS menjadi terganggu karena volume sampah yang sudah jauh melebihi kapasitas.

0 Komentar