Pedagang Daging Pasar Cibinong Pilih Tetap Berjualan Dibanding Ikut Mogok Kerja

Pedagang Daging Pasar Cibinong Pilih Tetap Berjualan Dibanding Ikut Mogok Kerja
Pedagang daging di Pasar Cibinong, Badul (24) saat ditemui di Pasar Cibinong. Foto: Regi Pratasyah Vasudewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pedagang Pasar Cibinong lebih memilih tetap berjualan dibandingkan mengikuti ajakan mogok dagang dari Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI).

Diketahui, APDI melakukan mogok dagang mulai Kamis (22/1/2026) sampai Sabtu (24/1/2026). Hal itu disebabkan, tingginya harga sapi timbang hidup dibanding feedloter.

Lalu, terjadinya kenaikan harga karkas dari Rumah Potong Hewan (RPH) dan daya beli masyarakat yang dinilai mengalami penurunan.

Baca Juga:Program Diskon Nasional Perkuat UMKM, Transaksi Lampaui Target Tembus Rp122,28 Triliun Harga Daging di Pasar Cibinong Tembus Rp135 Ribu, Pedagang Pilih Bertahan

Pedagang daging di Pasar Cibinong, Badul (24) menjelaskan, akan melakukan mogok dagang jika APDI dapat membantu dirinya berjualan.

“Kalau bisa membantu meringankan nantinya buat jualan lagi, ya nggak apa-apa sih. Saya jualan aja,” jelas Badul saat ditemui di Pasar Cibinong, pada Kamis (22/1/2026).

Selain dapat terus menyambung hidup dengan berjualan, ia juga memberikan penjelasan terkait harga daging yang naik kepada para konsumen agar tidak pergi ke pedagang lainnya.

“Jadi kita bisa ngejelasin orang juga biar harga daging itu sebenarnya sekarang udah naik,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang lain yakni Embing (57) mengungkapkan, penjual daging di Pasar Cibinong masih terus berjualan meski ada ajakan mogok berdagang.

Ia menambahkan, pedagang daging di Pasar Cibinong tetap berjualan berdasarkan banyaknya barang jual.

“Tergantung kita dagangnya, kalau ada daging ya dagang, kalau ga ada ya ga ada,” ungkap Embing di Pasar Cibinong.

0 Komentar