Harga Daging di Pasar Cibinong Tembus Rp135 Ribu, Pedagang Pilih Bertahan

Pedagang daging di Pasar Cibinong, Badul (24) saat ditemui di Pasar Cibinong. Foto: Regi Pratasyah Vasudewa
Pedagang daging di Pasar Cibinong, Badul (24) saat ditemui di Pasar Cibinong. Foto: Regi Pratasyah Vasudewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Harga daging sapi di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, masih bertahan di angka Rp135.000 per kilogram. Para pedagang memilih pasrah dan mempertahankan harga tersebut di tengah keluhan konsumen.

Salah satu pedagang daging, Badul (24), mengatakan harga Rp135.000 per kilogram merupakan harga yang berlaku saat ini di Pasar Cibinong. Bahkan, ada pedagang yang sempat mencoba menaikkan harga hingga Rp140.000 per kilogram, namun belum mendapat respons baik dari pembeli.

“Sekarang di Pasar Cibinong Rp135 ribu per kilo. Ada yang coba Rp140 ribu, tapi masih belum kuat,” ujar Badul saat ditemui, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga:Belanja di Ciwalk Makin Seru, Banyak Hadiah dan Promo RomantisIni 4 Jenis Olahraga Ringan, Tubuh Makin Sehat!

Badul mengaku lebih memilih mempertahankan harga daripada harus menjual dengan risiko merugi. Ia pun pasrah menghadapi situasi ini dan hanya bisa memberikan penjelasan kepada pelanggan terkait kenaikan harga.

“Paling kita jelasin saja ke pembeli. Kalau jadi beli, alhamdulillah. Kalau tidak, ya lewat,” katanya.

Menurutnya, para pedagang memiliki harga jual yang relatif sama, sehingga konsumen dapat membandingkan langsung ke lapak lain. “Kalau ada yang tanya, saya bilang harganya memang sudah naik dan rata semua. Silakan cek ke pedagang lain,” tambahnya.

Pedagang lainnya, Embing (57), membenarkan bahwa harga daging di Pasar Cibinong kini mencapai Rp135.000 per kilogram. Ia menyebut, kenaikan harga terjadi hingga tiga kali dalam waktu singkat, dari semula Rp120.000 per kilogram.

“Baru seminggu naik, naik lagi. Dari Rp120 ribu naik Rp5 ribu, lalu naik lagi sampai sekarang Rp135 ribu. Jadinya kami juga bingung,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, keluhan dari pembeli terus berdatangan karena harga dianggap naik terlalu cepat. “Pembeli bilang, belum sebulan sudah naik terus. Katanya susah dijual lagi di warung,” pungkas Embing.

0 Komentar