Kedua, pembatasan penggunaan kendaraan pribadi perlu mulai diterapkan secara bertahap, misalnya melalui kebijakan parkir progresif, pengaturan kawasan padat kendaraan, hingga manajemen lalu lintas berbasis waktu dan wilayah.
Ketiga, Pemkot didorong untuk memanfaatkan teknologi transportasi cerdas (Intelligent Transportation System/ITS) guna mengatur lampu lalu lintas, memantau kepadatan, serta memberikan informasi real-time kepada pengguna jalan.
Keempat, pembangunan jalur pejalan kaki dan sepeda yang aman dan nyaman juga dinilai penting untuk mengurangi perjalanan jarak pendek menggunakan kendaraan bermotor.
Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara
Kemacetan yang berkepanjangan, kata dia, tidak hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga berimplikasi pada produktivitas ekonomi, kualitas lingkungan, dan kesehatan mental masyarakat. Waktu tempuh yang tidak efisien berpotensi meningkatkan biaya logistik, konsumsi bahan bakar, serta emisi gas buang.
Dirinya menegaskan, tanpa kebijakan transportasi yang tegas dan berorientasi jangka panjang, Bandung berisiko terus berada dalam daftar kota termacet dunia di tahun-tahun mendatang.
