JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan masyarakat yang berkunjung ke Pasar Petani Garuda tidak perlu khawatir soal fasilitas parkir.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Eko Mujiarto, menjelaskan, area parkir di dalam pasar tersedia untuk sementara, dan jika kapasitas tidak mencukupi, pengunjung diimbau menyesuaikan lokasi parkir tanpa mengganggu bahu jalan atau jalur pedestrian.
“Parkirnya sementara di dalam pasar. Jika tidak cukup, pengunjung bisa menyesuaikan kondisi lahan parkir yang ada,” kata Eko, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga:Kritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman BersuaraPersib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico Indonesia
Soal biaya parkir, Eko menyebut hal ini masih dibahas. Nantinya pengelolaan parkir sekaligus keamanan akan diserahkan kepada ketua kelompok tani yang mengelola Pasar Petani Garuda.
“Iya nanti mungkin seharusnya gratis, tergantung nanti, kalau kemarin sih kan itu bagian dari pengamanan nanti kita serahkan ke ketua kelompok tani yang ada di situ yang tau di lapangan nanti untuk pengamanan kaitan parkir,” pungkasnya.
Pasar Petani Garuda mulai menampung produk para petani pada pekan ini, mulai dari tanaman hias hingga buah-buahan.
Eko memprediksi, pada pekan depan pasar sudah siap dikunjungi masyarakat, termasuk saat kegiatan Car Free Day.
Sebagai informasi, Pasar Petani Garuda akan diisi oleh para petani tanaman hias dan petani buah untuk melakukan penjualan bibit kepada masyarakat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, target rampungnya Pasar Petani Garuda berada pada Desember 2025 ini.
Ia mengungkapkan, tempat Pasar Petani Garuda berada di sebelag Kantor Public Safety Center (PSC) 119.
Baca Juga:Bukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri KotaDi Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025
“Walaupun belum terlihat ada aktivitas, tapi semua sudah bersiap semua mudah-mudahan desember jadi namanya Pasar Petani Garuda di dalamnya itu pedagang tanaman hias dan pedagang buah. Samping 119,” kata Rudy, pada Sabtu (8/11/2025).
Diketahui, Pasar Petani Garuda dibangun untuk menata penjual tanaman hias dengan luas lahan sekitar 2 hektare.
Selain itu, pada tempat tersebut, terdapat greenhouse serta panggung untuk acara kegiatan yang berkaitan dengan pertanian.
Adapun, petani lokal di Kabupaten Bogor akan mengisi tempat tersebut untuk berjualan di Pasar Petani Garuda tersebut.
