JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menegaskan komitmennya dalam menjaga fungsi penerangan jalan umum (PJU) melalui sistem kerja 24 jam. Upaya ini dilakukan untuk memastikan lampu jalan tetap menyala sekaligus mengantisipasi berbagai gangguan, termasuk aksi pencurian kabel.
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki seiring meningkatnya laporan kerusakan akibat ulah pihak tidak bertanggung jawab.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi, mengatakan petugas Dishub dibagi ke dalam beberapa regu piket yang bertugas sejak pagi hingga malam hari, serta selalu siaga menangani kondisi darurat.
Baca Juga:Ini 4 Jenis Olahraga Ringan, Tubuh Makin Sehat!Kolaborasi! UNINUS dan IDIP RI Gelar Webinar Internasional Pendidikan
“Perbaikan jumlahnya ribuan. Tim kami bekerja 24 jam, ada piket pagi, siang, dan malam. Kami juga standby jika ada gangguan yang sifatnya mendesak,” ujar Panji di Balai Kota Bandung, Rabu (21/1).
Selain pemeliharaan rutin, Dishub juga menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satu yang paling menonjol adalah pencurian komponen PJU, khususnya kabel bawah tanah dan isi boks panel yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Panji mencontohkan kasus pencurian kabel PJU di kawasan Babakan Ciparay pada akhir Desember 2025. Dalam kejadian tersebut, pelaku berhasil diamankan warga dan kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian.
Gangguan lainnya berasal dari cahaya PJU yang terhalang ranting pohon. Untuk mengatasi hal ini, Dishub berkolaborasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) serta BPBD Kota Bandung dalam kegiatan pemangkasan pohon di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Suparman.
Sebagai solusi bagi kawasan permukiman padat dengan gang sempit, Dishub juga mengembangkan program Penerangan Jalan Gang (PJG). Program ini dirancang untuk wilayah dengan lebar gang di bawah dua meter yang tidak dapat dilalui kendaraan.
“Jika dipaksakan menggunakan PJU biasa, proses penggalian sulit dan pencahayaan tidak efektif. Karena itu, PJG menjadi solusi yang lebih tepat,” jelas Panji.
Pada 2025, program percontohan PJG telah dilaksanakan di delapan lokasi dengan total 120 tiang. Saat ini, jumlah PJU eksisting di Kota Bandung mencapai sekitar 36 ribu titik, sementara PJL berada di kisaran 14 ribu titik.
