JABAR EKSPRES – Fenomena baru di sosial media, khususnya di daerah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya, dimana banyak postingan baru yang isinya hampir sama semua yakni pamer kesuksesan setelah bermain aplikasi AMG Pantheon.
Diduga ponstingan-postingan tersebut diunggah oleh para member aplikasi AMG pantheon sebagai sarana promosi untuk menggaet anggota baru yang akan dijadikan bawahannya.
Postingan pamer kesuksesan bermain aplikasi AMG Pantehon ini aneka macam bentuknya, ada yang mambegikan tangkapan layar transaksi pengambilan uang yang diklaim hasil dari bermain aplikasi AMG Pantheon.
Baca Juga:Menkes Ungkap Anak dan Remaja jadi Usia Terbanyak Alami Masalah Mental di RI 5 Ikan Hias Termahal, Laku Terjual dengan Harga Miliaran Rupiah
Ada juga yang pamer membeli kendaraan baru seperti mobil dan juga motor setelah berhasil menarik keuntungan dari aplikasi ini.
Tidak sedikit yang membagikan foto tumpukan uang atau berfoto dengan memegang banyak uang yang disebutnya hasil dari bermain AMG pantheon.
Postingan postingan ini membuktikan bahwa member aplikasi AMG tidak tepengaruh dengan isu scam yang kini sedang menerjangnya. Bahkan peringatan-peringatan yang diberikan di berbagai grup obrolan di media sosial terkait bahayanya bermain apliaksi AMG Panntheon juga sepertinya diabaikan.
Hal ini karena aplikasi masih memberikan keuntungan besar untuk anggotanya, apalagi di sekitaran Pulau Buton, aplikasi ini sangat viral dan memiliki ribuan anggota, sehinga akan sangat sulit untuk memberikan peringatan.
Terlebih lagi target member barunya juga kian meluas dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, ibu-ibu, Bapak-bapak, dari berbgai profesi bahkan sudah banyak ASN yang terlibat pada permainan ini.
Hal ini menjadi agak aneh, mengingat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baubau sendiri sudah pernah memberikan peringatan agar masyarakat mewaspadai AMG karena diduga sebagai investasi ilegal. Namun member AMG yang ASN sebagai pilar pemerintahan justru mengabaikannya.
Aplikasi ini diduga menggunakan skema ponzi atau skema piramida, dimana bisnisnya tergantung dari perekrutan member baru. Semakin banyak member baru direkrut maka bisnis akan berjalan semakin lama.
Baca Juga:Terlibat Bisnis Penipuan Online, Ratusan WNI di Kamboja Minta Deportasi 7 Cara Membedakan Uang Koin Kuno Berharga atau Tidak
Dalam skema ini yang diuntungkan adalah member lamanya karena akan mendapatkan komisi atau rabat dari setiap member baru yang direkrut. Sementara member barunya akan dikorbankan.
Meski saat ini masih memberikan banyak keuntungan, namun aplikasi ini sudah menunjukkan gejala-gejala akan scam, sehingga diprediksi umurnya tidak akan lama lagi.
