Terkendala Ekonomi dan Domisili, 25 Calon Jemaah Haji Cimahi Belum Lunasi BPIH 2026

Pemberangkatan calon jemaah haji beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Pemberangkatan calon jemaah haji beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Puluhan calon jemaah haji asal Kota Cimahi, Jawa Barat, hingga pertengahan Januari 2026 tercatat belum menyelesaikan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Faktor kesiapan ekonomi hingga perubahan domisili menjadi penyebab utama belum rampungnya proses pelunasan tersebut.

Berdasarkan data Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Cimahi, dari total kuota haji yang kini bertambah menjadi 576 orang, sebanyak 551 calon jemaah telah melunasi biaya haji.

Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota

Artinya, masih terdapat 25 calon jemaah haji yang belum menyelesaikan kewajiban pembayaran hingga tahap kedua pelunasan.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Cimahi, Nandang Rahayu, menjelaskan bahwa proses pelunasan BPIH tahun 2026 dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama berlangsung pada 24 November hingga 23 Desember 2025, sementara tahap kedua dilaksanakan pada 2 hingga 9 Januari 2026.

“Sekarang kan Kota Cimahi nambah jadi 576 orang, yang sudah melunasi 551 orang. Jadi ada kekurangan 25 lagi,” ujar Nandang saat dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).

Untuk mengoptimalkan pemenuhan kuota haji daerah, Kemenhaj Kota Cimahi kemudian membuka pelunasan tahap ketiga yang berlangsung hingga Kamis (15/1/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya terakhir agar seluruh kuota haji yang telah dialokasikan dapat terserap maksimal.

“Ada pelunasan tahap tiga sampai Kamis (15/1), mudah-mudahan Cimahi 100 persen terpenuhi,” ucapnya.

Nandang mengungkapkan, pihaknya bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) telah melakukan penelusuran secara intensif terhadap calon jemaah haji yang belum melakukan pelunasan hingga tahap kedua.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sebagian besar calon jemaah tersebut belum siap secara finansial, sementara sebagian lainnya sulit dihubungi karena telah berpindah alamat maupun mengganti nomor kontak.

Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA

“Yang 25 ini kebanyakan belum siap finansialnya, ada yang pindah alamat tidak diketahui gitu. Kita sudah berusaha mengirim surat ke alamat yang bersangkutan, cuman rumahnya sudah bukan jemaah haji tersebut gitu,” ungkap Nandang.

Ia menambahkan, pada detik-detik terakhir masa pelunasan, masih ada calon jemaah yang baru muncul ke kantor Kemenhaj. Namun, kondisi domisili yang sudah berubah menjadi kendala tersendiri dalam proses administrasi.

“Kemarin hari terakhir detik-detik terakhir juga waktu pelunasan ada jemaah haji yang tiba-tiba datang dan ternyata dia sudah tinggal di Padang,” jelasnya.

0 Komentar