JABAR EKSPRES – Proyek penerangan jalan umum (PJU) Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat (Dishub Jabar), tengah jadi perhatian karena diduga terjadi markup hingga dugaan gratifikasi.
Terkait hal itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemuda Jawa Barat menyoroti adanya dugaan korupsi pada proyek PJU Dishub Jabar.
Koordinator LSM Pemuda, Andri Hidayat mengatakan, pihaknya berencana menggelar aksi demonstrasi bersama Organisasi Mahasiswa ke Kantor Disub Jabar pada 20 Januari 2026 mendatang.
Baca Juga:Puluhan Miliar untuk PJU-PJL, Warga Bandung Masih Teriak Gelap! Proyek PJU-PJL Telan Dana Milian Rupiah, Program Pemkot 'Bandung Caang' Hanya Wacana!
“Aksi ujuk rasa LSM Pemuda dan Organ Mahasiswa, rencananya akan dilaksanakan di Kantor Dishub dan Kantor Gubernur Jawa Barat,” katanya kepada Jabar Ekspres, Kamis (15/1/2026).
Adapun isu yang akan dibawa, ujar Andri yakni mengenai adanya dugaan korupsi proyek alat penerangan alias PJU Dishub Jabar yang menelan dana mencapai Rp500 miliar.
“Dishub Jabar sedang aktif melaksanakan proyek alat penerangan dengan fokus pada program Jabar Caang,” ujarnya.
Dijelaskan Andri, program tersebut mengedepankan PJU berornamen Budaya Sunda, dengan menonjolkan Kujang, Mega Mendung untuk memperindah ruas Jalan provinsi dan memperkuat identitas lokal.
Akan tetapi pada praktiknya, ternyata proyek tersebut menuai berbagai isu-isu miring di luaran, seperti dugaan adanya pengaturan pemenang proyek.
Tak hanya itu, Andri juga mengungkapkan, dugaan lain seperti markup atau penggelembungan harga, dugaan pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak, hingga isu dugaan gratifikasi cukup ramai diperbincangkan.
“Ada dua tuntutan utama dalam rencana aksi unjuk rasa 20 Januari mendatang,” ungkapnya.
Baca Juga:Komponen PJU Kerap Dicuri, Dishub KBB Ajak Warga Ikut MengawasiKeamanan PJU Ditingkatkan, Bandung Tambah 500 Titik CCTV Baru
1. Mendesak Gubernur Provinsi Jawa Barat mencopot Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat serta melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh. 2. Mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan audit terhadap proyek alat penerangan jalan umum (APJ) yang diduga bermasalah baik secara administrasi maupun secara teknis.
Sementara itu, Ketua Umum LSM Pemuda, Koswara Hanafi membenarkan, adanya rencana menggelar aksi unjuk rasa, dengan kekuatan masa sekira sebanyak 700 orang.
“Iya benar kami akan demo dengan mahasiswa di Dinas Perhubngan Provinsi Jawa Barat dan di Kantor Gubernur Jawa Barat,” bebernya.
Koswara menyampaikan, aksi demonstrasi akan dimulai pukul 10.00 WIB di depan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, kemudian sekira pukul 15.00 WIB massa aksi akan bergerak ke Kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung Sate.
