JABAR EKSPRES – Warga Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, sempat tidak menyadari jika pabrik rajut di wilayah tersebut terbakar pada Kamis (15/1/2026) dini hari.
Salah seorang warga, Lela (36), mengatakan kepanikan mulai terjadi setelah warga menyadari pabrik di seberang rumahnya terbakar.
Menurutnya, pada awal kejadian, kebakaran tidak langsung disadari meski api sudah membesar. Lela mengaku sudah beraktivitas sejak pukul 03.30 WIB untuk menyiapkan masakan warung nasi. Ia sempat mendengar suara letupan dari luar rumah, namun mengira berasal dari petasan.
Baca Juga:Pabrik Rajut di Katapang Bandung Dilalap Api Dini Hari, Lima Unit Damkar DikerahkanDiduga Akibat Korsleting Listrik, Kebakaran Melanda Sebuah Rumah di Bojong Kulur pada Rabu Dini Hari
“Sebelum adzan subuh ada suara ‘tup, tup’. Saya kira petasan, jadi enggak curiga apa-apa,” ujarnya.
Ia baru mengetahui adanya kebakaran setelah membuka pintu rumah dan melihat api sudah membesar disertai asap tebal. Dalam kondisi panik, Lela langsung berteriak meminta pertolongan.
“Pas lihat ke luar, apinya sudah besar. Saya langsung teriak, panik,” katanya.
Teriakan tersebut memicu warga sekitar berdatangan dan berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Warga langsung keluar, ada yang nyoba nyiram pakai air seadanya, sambil nelpon damkar,” ucap Lela.
Sebelumnya, Kasi Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Bandung, M Saepuloh, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 04.37 WIB.
“Itu jam awal penerimaan informasi yang masuk ke kami,” ujarnya.
Baca Juga:Kebakaran di Gununghalu Paksa Empat Keluarga MengungsiDeteksi Dini Kebakaran, Damkar Bogor Ajak Perusahaan hingga Toko Pasang IoT
Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi. Menurut Saepuloh, unit pemadam tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 04.43 WIB. Namun, saat petugas tiba, kondisi api sudah dalam keadaan membesar.
“Apinya sudah besar, sehingga kami kerahkan sekitar lima unit kendaraan pemadam. Api sudah merambat, kemungkinan karena keterlambatan pelaporan,” katanya.
Ia menjelaskan, bangunan yang terbakar merupakan gudang sekaligus pabrik rajut yang menyimpan sisa-sisa kain konveksi untuk didaur ulang. Saat kejadian, lokasi dalam kondisi tidak ada aktivitas karena jam kerja pabrik baru dimulai sekitar pukul 07.00 WIB.
“Ini gudang pabrik rajut. Belum ada aktivitas kerja, masih kondisi normal karena jam kerja biasanya pagi,” jelasnya.
