Proyek Drainase DSABM Kota Bandung Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, BPK Harus Audit!

Proyek Drainase saluran air yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSABM) sarat dengan masa
Proyek Drainase saluran air yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSABM) sarat dengan masalah. Bahkan asal jadi.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Proyek Drainase atau pembangunan saluran air yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga ( DSABM ) Kota Bandung sarat dengan masalah. Bahkan terlihat hasil pekerjaan asal jadi.

Hal ini terlihat pada hasil pekerjaan proyek Drainase yang ada di Jalan Leuwipanjang. Tepatnya dekat perempatan jalan Peta.

Dalam pantauan Jabar Ekspres, proyek pembangunan tersebut terlihat sudah selesai dikerjakan pada tahun anggaran 2025 lalu. Namun masih menyisakan persoalan.

Baca Juga:Proyek Kolam Retensi Dinsos Kota Bandung Molor, Kadis SDABM Pilih Bungkam!Sidang Kasus Penipuan Berlangsung Janggal, Jaksa Tidak Bisa Hadirkan Yayat Sumirat Sebagai Saksi!

Bekas galian pembangunan drainase dibiarkan berserakan di tengah jalan. Sehingga sangat menganggu dan membahayakan pengendara.

Kontraktor Harus Bertanggung Jawab

Menanggapi masalah ini, pegiat anti korupsi Yunan Buwana mengatakan, kontraktor seharusnya bertanggung jawab atas penyelesaian pekerjaan.

‘’Harusnya jangan lepas tanggung jawab dan membiarkan bekas pekerjaan proyek dibiarkan begitu saja, ini jelas sangat membayakan,’’ ujar Yunan ketika dihubungi, Jabar Ekspres, Rabu, (14/01/2026).

Berdasarkan informasi, proyek tersebut memiliki kualitas yang sangat buruk. Dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.

Proyek ini dilakukan secara lelang mini kompetisi dengan sistem e-catalog. Namun dalam prateknya sangat tidak transparan dalam penggunaan anggarannya.

Ketua LSM Baladhika Adhiyaksa Nusantara (BAN) itu menilai, buruknya kualitas pengerjaan proyek mengindikasikan lemahnya fungsi pengawasan. Padahal untuk menunjuk konsultas pengawas dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.

‘’Jadi kalau ada pengawas tapi hasilnya kaya gini itu namanya apa ya, silahkan asumsikan sendiri,’’ sindir Yunan.

Baca Juga:L'Eminence Golf & Resort Lembang Resmi Beroperasi, Sajikan Fasilitas Mewah dan EksklusifDaeng Oktaviandi Ultimatum Pelarangan Penggunaan Aset oleh PT Saung Angklung Udjo!

‘’Masih berserakannya bekas pengerjaan sangat tidak nyaman bagi pengguna jalan dan akan sangat berbahaya dan bisa terjadi kecelakaan,’’ tambahnya lagi.

Tuntut BPK Lakukan Audit Fisik Secara Terbuka

Adanya pengurangan kulitas dalam pengerjaan proyek ini mengindikasikan bahwa dalam pelaksanaannya kontraktor diduga telah mengrangi material atau bahan dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Untuk itu, Yunan meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit secara menyeluruh berbagai pekerjaan proyek yang ada di DSABM Kota Bandung. Sebab diduga ada indikasi penyimpangan.

Informasi Proyek Drainase DSABM Kota Bandung

0 Komentar