Butuh Terobosan Ekstrem, DPRD Dorong PAD Bandung Melonjak 100 Persen di 2026  

PAD Kota Bandung
Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung Mukhamad Adi Widyanto menyoroti target PAD 2026 Kota Bandung yang dipatok Rp3,6 triliun, Senin, 12 Januari 2026. (ISTIMEWA)
0 Komentar

Adi menyoroti beberapa langkah konkret yang pernah ia sampaikan langsung kepada Wali Kota. Pertama, penguatan sistem pemantauan pajak restoran melalui tapping box. Ia mengakui banyak restoran kerap melakukan manipulasi untuk mengurangi pajak yang seharusnya dibayar. “Hotel mewah umumnya patuh, tapi restoran sering ‘bermain’. Kita semua tahu ini terjadi,” tegasnya.

Oleh sebab itu, ia mengusulkan penggantian atau peningkatan teknologi tapping box menjadi sistem yang terkoneksi real-time 24 jam ke pusat pemerintah kota, sehingga tidak bisa dimatikan atau dimanipulasi. Jika diterapkan menyeluruh, sektor restoran berpotensi menyumbang kenaikan PAD sangat signifikan.

Pemkot sendiri disebut telah menyadari masalah ini dan sedang mencari solusi pengganti yang lebih efektif. Kedua, pendataan restoran dan UMKM yang lebih intensif. Di Bandung, perputaran bisnis kuliner sangat cepat. Dia menyebut, setiap bulan sekitar 100 restoran tutup dan 100 lagi buka baru. Hal tersebut menurutnya, dipengaruhi persaingan ketat dan beban sewa tempat.

Baca Juga:Istri Erwin Menangis di Sidang, Nilai Proses Hukum Tak ManusiawiPA GMNI Lawan 'Korupsi Ekologis' dan Dominasi Modal: Kembalikan Ekonomi Berdikari

Pendataan saat ini menurut Adi, masih dilakukan tiga tahun sekali, yang terlalu jarang. “Harus setiap tahun atau enam bulan sekali agar tidak kecolongan wajib pajak nakal. Pusat keramaian juga bergeser cepat. Misalnya dari Dago ke Jalan Riau, Buah Batu, Gatot Subroto, dan lainnya,” sebutnya.

Ketiga, Adi menyebut, pemanfaatan aset kota untuk ekonomi kreatif. Ia menyarankan, agar beberapa aset strategis milik kota, dikembangkan melalui kerja sama dengan pengusaha. Misalnya bagi hasil atau sewa murah untuk restoran dan bisnis lain. Langkah ini diharapkan mendorong ekonomi kreatif sekaligus memastikan kepatuhan pajak.

Adi Widyanto menyerukan kepada pemerintah kota untuk lebih kreatif menciptakan sumber PAD baru yang strategis tanpa menyulitkan rakyat kecil. “Fokus bantu UMKM dan gunakan produk lokal agar ekonomi berputar di dalam kota,” pesannya.

Kepada masyarakat, Adi mengajak untuk taat pajak dan mengutamakan produk serta jasa lokal. “Dengan kolaborasi semua pihak, PAD bisa tumbuh signifikan untuk membiayai pembangunan dan kesejahteraan warga Kota Bandung,” pungkasnya. (tur)

0 Komentar