Jalan Rusak Jadi Sorotan, Kepemimpinan Dadang Supriatna Dinilai Lambat dan Minim Koordinasi

Masih Terjadi Miskoordinasi, Kepemimpinan DS di Kabupaten Bandung Pada Pembangunan Jalan Dinilai Lambat
Dua orang anak berjalan di akses vital yang kondisinya masih tanah dan berlumpur di wilayah Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. (Tangkapan layar dari video viral di media sosial)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pembangunan infrastruktur jalan dinilai sebagai kebutuhan vital yang harus menjadi prioritas utama kepala daerah. Pasalnya, akses jalan yang baik berperan penting dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Asep Sumaryana, menegaskan bahwa kepala daerah wajib melakukan pemetaan skala prioritas dalam pembangunan infrastruktur jalan.

“Lihat juga visi-misi dari Bupati Bandung, apakah perbaikan jalan dan peningkatan ekonomi jadi skala prioritas atau tidak, itu yang pertama,” katanya kepada Jabar Ekspres melalui seluler, Senin (12/1).

Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota

Menurut Asep, pada periode pertama kepemimpinan Bupati Bandung Dadang Supriatna, pembangunan infrastruktur khususnya jalan dinilai masih berjalan lambat.

“Waktu periode pertama masih lambat, tapi yang periode kedua ini di tahun pertama kepemimpinannya, terlihat mulai ada dorongan,” bebernya.

Ia menilai, percepatan tersebut tak lepas dari peran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dikenal gesit dalam mendorong pembangunan.

“Itu juga karena Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yang gesit, sehingga mendorong para kepala daerah ikut berlari lakukan pembangunan dan selesaikan permasalahan di wilayah masing-masing,” lanjut Asep.

Meski demikian, Asep menyoroti masih sering terjadinya miskoordinasi antara pemerintahan desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Kondisi ini berdampak pada lambatnya pembangunan infrastruktur jalan, khususnya di wilayah timur Kabupaten Bandung pada periode pertama kepemimpinan Dadang Supriatna.

“Itu perlu diperbaiki, apalagi sekarang sudah era digitalisasi, sehingga untuk koordinasi harusnya bisa lebih singkat,” ungkapnya.

Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA

Belum lama ini, sejumlah warga Desa Cintamulya, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, melakukan aksi gotong royong memperbaiki jalan rusak berat.

Tidak hanya menyumbangkan tenaga, warga juga secara swadaya mengumpulkan dana untuk membeli material dan kebutuhan lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, jalan yang diperbaiki secara swadaya tersebut berstatus sebagai jalan kabupaten yang pengelolaannya berada di bawah Pemerintah Kabupaten Bandung.

Secara administratif, lokasi jalan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, tepatnya di Kampung Cipasir, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Karena jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat di wilayah perbatasan Sumedang–Bandung, warga pun berinisiatif melakukan gotong royong demi kelancaran aktivitas sehari-hari.

0 Komentar