JABAR EKSPRES – Ribuan warga turun ke jalan di New York City untuk menggelar aksi demonstrasi menentang kebijakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menurut laporan koresponden RIA Novosti. Para demonstran melakukan long march di sepanjang Fifth Avenue, kawasan tempat berdirinya Trump Tower.
Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi kritik terhadap Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Venezuela, serta arah kebijakan nasional saat ini. Sejumlah slogan terdengar lantang, seperti “Tidak ada raja,” “Bubarkan ICE,” dan “Tolak perang.”
Hingga sekitar pukul 14.30 waktu setempat, demonstrasi berlangsung tertib dan damai tanpa adanya tindakan represif dari aparat keamanan.
Baca Juga:Simulasi Cicilan KUR Syariah Pegadaian: Solusi Modal Usaha Mikro Tanpa AgunanAS Diperkirakan Awasi Transisi Kekuasaan Venezuela dalam Jangka Panjang
Sebelumnya, pada 3 Januari, Amerika Serikat dilaporkan melancarkan operasi besar terhadap Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro bersama istrinya, Cilia Flores. Keduanya kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi proses hukum atas tuduhan keterlibatan dalam aksi “narkoterorisme” serta dianggap membahayakan keamanan Amerika Serikat.
Menyusul peristiwa tersebut, Mahkamah Agung Venezuela memutuskan untuk menyerahkan sementara tugas kepresidenan kepada Wakil Presiden Delcy Rodríguez. Ia kemudian resmi dilantik sebagai presiden sementara dalam sidang Majelis Nasional pada 5 Januari.
Langkah Amerika Serikat tersebut menuai kecaman dari sejumlah negara, termasuk Rusia, China, dan Korea Utara. Pemerintah Rusia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan dukungan penuh kepada rakyat Venezuela serta mendesak pembebasan Maduro dan istrinya, sekaligus menyerukan agar situasi tidak semakin memanas.*
SUMBER: ANTARA
