Alami Kecelakaan Tunggal, Pemuda Tewas di Jalan Dipatiukur Banjar

Alami Kecelakaan Tunggal, Pemuda Tewas di Jalan Dipatiukur Banjar
Ilustrasi kecelakaan tunggal. Foto: Pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Insiden tragis kembali merenggut nyawa seorang pemuda di Kota Banjar. Firman Nurdan (20 tahun), warga Kelurahan Pataruman, ditemukan tak bernyawa di pinggir Jalan Dipatiukur, Lingkungan Banjarkolot, Minggu (11/1/2026). Korban diduga mengalami kecelakaan tunggal setelah sepeda motornya menabrak plang sebuah klinik dan kanopi rumah warga.

Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 03.00 WIB, berkat kewaspadaan seorang warga yang sedang dalam perjalanan pulang ke arah Cisaga. Melintasi Jalan Dipatiukur yang sepi, warga tersebut melihat sosok tak bergerak tergeletak di tepi jalan dengan kondisi yang memprihatinkan. Warga itu pun segera mengambil inisiatif untuk melaporkan penemuannya.

“Warga tersebut menghubungi rekan saya melalui panggilan video untuk melaporkan kejadian itu. Setelah kita cek ke lokasi, ternyata kondisinya cukup parah dan korban sudah berlumuran darah,” ujar Asep Haer, seorang warga setempat.

Baca Juga:Antisipasi Kecelakaan Akibat Kondisi Infrastruktur, Jembatan Gantung Binangun Kota Banjar Ditutup SementaraKecelakaan Elf di Tol Padaleunyi KM 152 Selasa Pagi, Sopir Tewas di Lokasi

Menyadari gentingnya situasi, Asep Haer yang mengetahui korban sudah tidak sadarkan diri segera melakukan langkah-langkah pertolongan dengan menghubungi pihak-pihak berwenang.

Ia mengontak petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjar, Palang Merah Indonesia (PMI), dan melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Polisi Sektor (Polsek) Banjar. Sikap ini mencerminkan kesigapan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat, meski di tengah kepanikan.

“Kami dan warga yang lain tidak berani menyentuh korban. Sampai akhirnya tidak lama datang anggota Polsek Banjar dan PMI Kota Banjar,” kata Asep Haer.

Ketidakberanian warga untuk memindahkan korban merupakan langkah yang tepat guna mencegah cedera yang lebih parah akibat penanganan yang tidak tepat.

Setelah tim PMI Kota Banjar tiba di lokasi, pemeriksaan segera dilakukan terhadap kondisi Firman Nurdan. Hasil pemeriksaan tersebut menyimpulkan hal yang paling dikhawatirkan yakni korban telah meninggal dunia.

Diduga, benturan yang sangat kencang saat menabrak plang dan kanopi mengakibatkan luka-luka serius yang tidak dapat ditolong lagi. Tim medis pun hanya dapat melakukan prosedur standar di tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara itu, personel Polsek Banjar yang diterjunkan ke lokasi langsung melakukan pengamanan TKP dan pengumpulan barang bukti. Sepeda motor milik korban yang rusak, plang klinik, serta kanopi rumah warga yang penyok menjadi fokus penyelidikan awal. Meski dugaan kuat mengarah pada kecelakaan tunggal, penyidik masih belum bisa menarik kesimpulan.

0 Komentar