Cari Jati Diri Daerah, Cagar Budaya di Kabupaten Bogor Mulai Didata Ulang!

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa. Foto : Sandika /jabarekspres.com
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) bersiap melakukan pendataan ulang seluruh cagar budaya yang ada di wilayah Bumi Tegar Beriman.

Langkah ini menjadi titik awal untuk menata kembali identitas budaya Bogor yang dinilai belum tergarap secara optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengatakan pendataan ulang tersebut mencakup cagar budaya berbentuk benda maupun nonbenda.

Baca Juga:Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLATak Perlu Motivasi Tambahan, Persib Siap Tempur Lawan Persija di GBLA

Upaya ini sekaligus menjadi prioritas awal Disbud sebagai dinas yang kini berdiri mandiri.

“Cagar budaya ada banyak di Kabupaten Bogor. Jadi fokus kita ke depan harus melakukan pendataan ulang,” kata Yudi, Kamis (8/1).

Menurut Yudi, Dinas Kebudayaan tidak hanya berperan sebagai lembaga administratif, tetapi harus menjadi pusat perencanaan dan pengembangan kebudayaan daerah.

Ia menegaskan bahwa kebudayaan Bogor sejatinya hidup dan tumbuh di tengah masyarakat, mulai dari komunitas, sanggar seni, hingga para budayawan yang selama ini bergerak secara mandiri.

“Kebudayaan itu hidup di komunitas, pelaku seni, pelaku budaya, dan berbagai ekosistem yang sudah berjalan. Tugas kami adalah mengangkat potensi itu, kemudian membantun dan menyiapkan segala sesuatunya,” jelasnya.

Yudi mengakui, selama ini pengelolaan cagar budaya di Kabupaten Bogor belum tertata dengan baik dan belum mendapatkan perhatian maksimal.

Karena itu, penataan dan penguatan cagar budaya kini menjadi fokus utama Disbud.

Baca Juga:Tiket Persib vs Persija Ludes Dalam Hitungan Jam, The Jakmania Dilarang Datang!Julio Cesar Bicara Ambisi Besar Persib, Juara Lagi dan Melangkah Jauh di ACL 2

“Kita akan kumpulkan, bina, dan perhatikan, baik itu cagar budaya, komunitas budaya, maupun para budayawan. Mereka inilah yang akan menjadi motor penggerak kebudayaan Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Lebih jauh, Yudi juga menyoroti belum jelasnya identitas dan karakter budaya Bogor. Bahkan, pemahaman sejarah dan karakter masyarakat Bogor masih kerap mengalami kekeliruan.

“Kalau ditanya budaya Bogor itu apa, karakter orang Bogor itu seperti apa, sampai hari ini belum ada jawaban yang pasti. Sejarahnya pun masih banyak yang miss. Ini menjadi tugas kami ke depan,” ungkapnya.

Sejalan dengan arahan Bupati Bogor, penguatan karakter budaya dinilai menjadi pondasi penting dalam pembangunan daerah. Menurut Yudi, konsep “Bogor untuk Negeri, Bogor untuk Indonesia” harus berangkat dari jati diri budaya lokal.

0 Komentar