Menlu AS Tegaskan Washington Ingin Membeli Greenland, Bukan Menginvasi

Menlu AS Tegaskan Washington Ingin Membeli Greenland, Bukan Menginvasi
Ilustrasi Greenland, Denmark. (SIUMBER FOTO: ANTARA/Anadolu/py)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyampaikan kepada para anggota parlemen AS dalam sebuah pengarahan tertutup bahwa pemerintah Washington tidak memiliki rencana untuk menyerbu Greenland.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Rubio menegaskan bahwa tujuan Amerika Serikat adalah membeli wilayah tersebut dari Denmark melalui jalur diplomatik.

Dalam penjelasannya, Rubio menyebut bahwa pernyataan keras yang kerap dilontarkan Gedung Putih dimaksudkan sebagai strategi untuk mendorong Denmark agar bersedia membuka pembicaraan terkait penjualan Greenland kepada Amerika Serikat, bukan sebagai ancaman invasi militer.

Baca Juga:4 Motor Bebek Terbaik 2026 di Bandung: Irit, Tangguh, dan Nyaman untuk HarianKolombia Layangkan Nota Protes ke AS atas Tuduhan Trump terhadap Presiden Petro

Isu Greenland kembali mencuat setelah adanya langkah simbolis yang menuai kontroversi. Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, mengunggah gambar peta Greenland yang diwarnai dengan bendera Amerika Serikat di media sosial X, disertai keterangan “SEGERA,” tak lama setelah intervensi militer AS di Venezuela.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Denmark untuk Amerika Serikat, Jesper Moller Sorensen, menegaskan bahwa Kopenhagen menuntut penghormatan terhadap keutuhan wilayah Kerajaan Denmark. Ia menyebut unggahan tersebut sebagai tindakan yang tidak menghormati kedaulatan Denmark.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya berulang kali menyatakan keinginannya agar Greenland menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Ia beralasan pulau tersebut memiliki nilai strategis tinggi bagi keamanan nasional AS serta kepentingan NATO di kawasan Arktik. Trump bahkan sempat menyebut Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS.

Sebagai informasi, Greenland merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953. Meski memperoleh status otonomi pada 2009, Greenland hingga kini tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark dengan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestiknya sendiri.*

0 Komentar