Kolombia Layangkan Nota Protes ke AS atas Tuduhan Trump terhadap Presiden Petro

Kolombia Layangkan Nota Protes ke AS atas Tuduhan Trump terhadap Presiden Petro
Presiden Kolombia Gustavo Petro. (SUMBER FOTO: ANTARA/Anadolu/py/pri.)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kolombia secara resmi menyampaikan nota keberatan kepada Amerika Serikat menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menuding Presiden Gustavo Petro terkait perdagangan narkoba. Hal tersebut diumumkan Menteri Luar Negeri Kolombia, Rosa Villavicencio, pada Selasa (6/1).

Villavicencio menjelaskan bahwa pihaknya akan bertemu dengan Kuasa Usaha Amerika Serikat, John McNamara, untuk menyerahkan nota diplomatik tersebut. Nota itu berisi penolakan tegas atas pernyataan yang dinilai menghina serta mengandung ancaman terhadap Presiden Petro.

Ia menegaskan bahwa Gustavo Petro merupakan kepala negara yang dipilih melalui proses demokratis yang sah. Oleh karena itu, setiap penghinaan terhadap Presiden Petro dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap negara Kolombia sekaligus pengingkaran terhadap sistem demokrasi yang telah dijalankan rakyat Kolombia.

Baca Juga:Harga Dolar AS Hari Ini 6 Januari 2026: Rupiah Bergerak di Kisaran Rp16.740–Rp16.770Delcy Rodriguez Dilantik sebagai Presiden Sementara Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS

Pernyataan Villavicencio muncul setelah Presiden Trump secara terbuka melontarkan tuduhan kepada Petro. Dalam pernyataannya kepada awak media di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump menyinggung kemungkinan dilakukannya operasi terhadap Kolombia, yang menurutnya “terdengar bagus.”

Trump juga menyebut Kolombia sebagai negara yang “sangat sakit” dan dipimpin oleh “pemimpin yang sakit.”

Ia bahkan menuduh, tanpa menyertakan bukti, bahwa Petro terlibat dalam produksi serta distribusi kokain ke Amerika Serikat. Trump menambahkan bahwa Petro tidak akan bertahan lama.

“Petro tidak akan bisa melakukannya dalam waktu lama,” ujar Trump.

Menanggapi tuduhan tersebut, Presiden Gustavo Petro dengan tegas membantah semua klaim itu dan menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam aktivitas perdagangan narkoba.*

0 Komentar