Sekda Bogor: Perputaran Ekonomi UMKM Saat CFD Capai Rp 40 Juta

Ilustrasi Pedagang yang dipadati oleh pengunjung di kawasan area Kantor Pemerintah Kabupaten Bogor, Minggu. Fo
Ilustrasi Pedagang yang dipadati oleh pengunjung di kawasan area Kantor Pemerintah Kabupaten Bogor, Minggu. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengungkapkan bahwa perputaran ekonomi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat kegiatan Car Free Day (CFD) di Kabupaten Bogor bisa mencapai Rp 40 juta.

Menurut Ajat, dari 40 UMKM yang berada di bawah binaan Dinas Koperasi dan UMKM, setiap usaha rata-rata memperoleh sekitar Rp 1 juta dalam waktu tiga jam.

“Setidaknya per hari di Car Free Day, pendapatan mereka berada di kisaran Rp 30 sampai 40 juta,” kata Ajat, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga:Pemkab Bogor Wacanakan Ruislag Aset dengan Pemprov JabarRelawan PNM Kembali Turun Langsung Salurkan Bantuan dan Kuatkan Korban Bencana

Ajat menambahkan, kegiatan CFD menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk mendorong perekonomian masyarakat. Selain memberi ruang bagi UMKM untuk berjualan tanpa biaya, kegiatan ini juga memberikan efek keberlanjutan bagi usaha mereka.

“Selama ini, UMKM bisa berjualan tanpa membayar biaya sewa dan mendapatkan manfaat ekonomi langsung. Mereka sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini,” ujarnya.

Pemkab Bogor pun memperluas kegiatan CFD ke 16 kecamatan lainnya, sehingga perputaran ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh UMKM dan masyarakat di berbagai wilayah.

“Kalau model seperti ini berhasil, tentu kami dorong untuk diterapkan di 16 kecamatan. Dampak paling terasa memang peningkatan perputaran ekonomi,” terang Ajat.

Sekda Ajat menilai, masyarakat tidak hanya datang ke CFD untuk berolahraga, tetapi juga mengharapkan terjadinya interaksi ekonomi yang memberi manfaat bagi UMKM dan pelaku usaha lokal.

0 Komentar