JABAR EKSPRES – Unit Pengelola Darah Rumah Sakit Umum Daerah (UPD RSUD) Cibabat mulai beroperasi, menyusul kebutuhan atas ketersediaan darah yang menjadi perhatian utama layanan kesehatan, terutama dalam penanganan kegawatdaruratan dan tindakan medis berisiko tinggi.
Selama ini, keterbatasan stok darah kerap menjadi hambatan serius dalam pelayanan medis. Tak jarang, rumah sakit harus menunggu pasokan dari luar daerah, yang berdampak pada lambannya penanganan pasien dan meningkatnya risiko keselamatan.
Untuk itu, UPD RSUD Cibabat hadir sebagai sarana pengolahan darah mandiri, lebih cepat, dan responsif sesuai kebutuhan di Kota Cimahi serta wilayah sekitarnya.
Baca Juga:Kolaborasi TNI-Pengacara, Gelar Donor Darah untuk KemanusiaanCimahi Bangun Gedung UPDRS RSUD Cibabat, Target Rampung 5 Bulan dengan Anggaran Rp5 M
Gedung UPD yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 600 meter persegi ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengolahan darah, baik dari sisi volume, mutu, maupun kecepatan distribusi.
Keberadaan fasilitas ini dinilai menjadi tulang punggung baru dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah secara mendesak.
“Darah adalah kebutuhan mendesak. Dengan UPD ini, waktu tunggu bisa dipangkas dan risiko terhadap pasien dapat ditekan,” ujar Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat ditemui di Pemkot Cimahi, Selasa (6/1/2026).
Menurut Ngatiyana, kehadiran UPD bukan sekadar penambahan fasilitas fisik, melainkan menyangkut langsung keselamatan dan keberlangsungan hidup pasien.
Ia menyebutkan, saat ini UPD RSUD Cibabat tidak hanya melayani kebutuhan darah internal rumah sakit, tetapi juga menopang pasokan bagi lebih dari 15 rumah sakit mitra.
“Pembangunan gedung baru juga mendorong peningkatan kelas UPD dari pratama ke madya, sehingga jenis produk darah yang dihasilkan semakin beragam dan sesuai standar nasional,” sebutnya.
Penguatan layanan darah ini, lanjut Ngatiyana, juga diimbangi dengan upaya mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah. Pemerintah melihat potensi pendonor di Kota Cimahi cukup besar dan perlu dikelola secara berkelanjutan.
Baca Juga:Termasuk Dirut RSUD Cibabat, 12 Posisi Eselon II Cimahi Kena RotasiDPRD Kota Cimahi Sebut Pembenahan RSUD Cibabat sebagai PR Pemkot di HUT ke-80 Indonesia
“Potensi pendonor di Cimahi ini cukup besar, nantinya akan dikelola secara berkelanjutan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dengan TNI dan Polri,” jelasnya.
Dengan sistem pengolahan yang lebih modern dan terintegrasi, Ngatiyana menegaskan UPD RSUD Cibabat diharapkan mampu menjadi pusat layanan darah yang andal, mempercepat penanganan pasien, serta menjadi penopang penting dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kota Cimahi dan sekitarnya.
