Pembunuhan di RSUD Majalaya, Manajemen Tegaskan Korban dan Pelaku Bukan Karyawan Rumah Sakit

Pembunuhan di RSUD Majalaya, Manajemen Tegaskan Korban dan Pelaku Bukan Karyawan Rumah Sakit
Wakil Direktur Umum dan SDM RSUD Majalaya, Agus Heri Zukari (tengah) saat memberikan klarifikasi terkait kejadian pembunuhan yang terjadi di Rumah Sakit. Foto Agi
0 Komentar

“Setelah jam pelayanan selesai, lantai 2 itu memang sepi. Karena mereka koordinator dan pelaksana, mereka punya akses ke area tersebut,” jelas Agus.

Terkait pengamanan, Agus memastikan RSUD Majalaya memiliki CCTV dan rekamannya telah diserahkan kepada pihak kepolisian.

“CCTV ada dan sudah diminta oleh penyidik Polresta, pengambilan langsung dilakukan oleh penyidik bersama petugas IT,” katanya.

Baca Juga:Polisi Ungkap Dugaan Kasus Pembunuhan di RSUD Majalaya, Motif karena Masalah Utang PiutangAda Indikasi Pembunuhan, Polisi Kejar Terduga Pelaku Penghilang Nyawa Wanita Asal Jaksel

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar), berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di lantai 2 Gedung Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya, Kabupaten Bandung.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 04.30 WIB di ruang sentral atau gudang cleaning service.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, seorang pria bernama Fikri Ardiansyah (24) yang merupakan petugas cleaning service RSUD Majalaya, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah.

“Untuk pelaku pembunuhan adalah R alias SA (43), Kepala Cleaning Service RSUD Majalaya, pelaku menyerahkan diri ke Polresta Bandung dan mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korban,” katanya, Senin (5/1).

Berdasarkan pengakuannya, Hendra mengungkapkan, pelaku tega menghabisi nyawa korban dengan menggunakan martil.

“Motif awal pembunuhan diduga dilatarbelakangi persoalan utang piutang, di mana korban disebut memiliki utang kepada pelaku sebesar kurang lebih Rp5.000.000.,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, Hendra mengatakan, pelaku kini mendekam di Mapolresta Bandung untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:Kasus Pembunuhan di Cisarua, Anggota DPRD Nurunnisa Setiawan Sampaikan Duka MendalamMotif Pembunuhan Driver Ojek Online Asal Depok, Polisi Sebut karena Ekonomi

“Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Polresta Bandung guna proses penyelidikan dan penyidikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

0 Komentar