JABAR EKSPRES – Status Gunung Tangkuban Parahu masih berada pada Level I atau normal meski aktivitas kegempaan sempat meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan kondisi gunung api tersebut tetap terpantau aman berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi intensif dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu.
Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin, mengatakan tren aktivitas kegempaan justru menunjukkan penurunan setelah sebelumnya mengalami peningkatan sejak 24 Desember 2025.
Baca Juga:De Braga by ARTOTEL Resmi Perkenalkan General Manager Baru dan Raih Sertifikasi GSTC20 Delegasi Internasional Hadir di Bandung, JCI Dorong Kolaborasi Bisnis Berkelanjutan
“Dari laporan yang kami terima, aktivitas kegempaan saat ini cenderung menurun dan status Gunung Tangkuban Parahu masih berada di Level I atau normal,” ujar Asep saat dikonfirmasi, Selasa (30/12/2025).
Ia menjelaskan, BPBD Bandung Barat menerima laporan aktivitas gunung api secara rutin setiap hari dari pos pengamatan. Informasi tersebut menjadi dasar dalam penyampaian perkembangan terkini kepada masyarakat.
“Kami terus berkoordinasi dengan petugas pos pengamatan dan menerima laporan setiap hari untuk memastikan kondisi tetap terpantau,” katanya.
Sebelumnya, Badan Geologi mencatat adanya peningkatan aktivitas kegempaan di Gunung Tangkuban Parahu pada 24 hingga 26 Desember 2025. Pada 24 dan 25 Desember masing-masing tercatat 10 kejadian gempa frekuensi rendah (Low-Frequency/LF), sementara pada 26 Desember jumlahnya meningkat menjadi 38 kejadian.
Namun, pada pemantauan selanjutnya, aktivitas kegempaan mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan laporan terbaru, hanya satu kejadian gempa yang tercatat pada 28 Desember 2025.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyebut peningkatan gempa frekuensi rendah tersebut perlu menjadi perhatian karena berpotensi memicu erupsi freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Meski demikian, hasil pemantauan parameter lain belum menunjukkan adanya peningkatan tekanan yang signifikan di dalam tubuh gunung api.
Baca Juga:Gelar CSR di Cimanggung, PT MBK Ventura Ajak Kelola Keuangan dan Peduli Lingkungan Cegah Radikalisme Melalui Pendekatan Kewirausahaan, Densus 88 Gelar Pelatihan Barista bagi Eks Napiter di Jawa
“Pemantauan seismik memang mencatat peningkatan gempa frekuensi rendah, namun parameter deformasi dan perubahan kecepatan gelombang seismik belum menunjukkan adanya peningkatan tekanan yang signifikan,” ujar Lana dalam keterangan tertulis, Minggu (28/12/2025).
Secara visual, aktivitas di sejumlah kawah aktif juga masih terpantau normal. Di Kawah Ratu, asap kawah berwarna putih teramati dengan tekanan lemah hingga sedang dan ketinggian antara 5 hingga 80 meter dari dasar kawah. Sementara di Kawah Ecoma, asap putih terlihat tipis dengan ketinggian sekitar 5 hingga 40 meter.
