JABAR EKSPRES – Kementerian Koperasi (Kemenkop) mewajibkan seluruh produk lokal diserap koperasi, terutama Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi menegaskan bahwa, penyerapan produk lokal melalui koperasi merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat ekonomi rakyat.
“Semua produk lokal harus diserap koperasi. Hasil panen cabai, beras, hingga ikan akan masuk cold storage, lalu dilakukan proses khusus sebelum masuk pasar modern atau diekspor,” ujarnya, dikutip Senin (29/12/2025).
Baca Juga:Menkop Minta Suntikan Dana ke Himbara Rp3 Miliar per Kopdes Merah Putih?Kopdes Merah Putih Cibabat Soroti Keterbatasan Modal dan Tantangan Simpan Pinjam
Menurutnya, Kopdes Merah Putih merupakan agregator produk mikro dan ultra mikro yang harus menjadi bagian dari ekosistem industrialisasi.
Hal itu, kata dia, dilakukan dengan memproses, mengemas dan memasarkan produk lokal secara modern sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat desa.
Selain itu, ia mengklaim bahwa strategi tersebut dilakukan untuk menekan ketergantungan masyarakat terhadap produk-produk impor.
Untuk itu, Kopdes Merah Putih mendorong pengusaha lokal untuk melakukan produksi massal terutama guna memenuhi kebutuhan dasar harian masyarakat.
Saat ini, Zabadi menyampaikan bahwa kehadiran Kopdes Merah Putih merupakan upaya untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh kebutuhan harian, termasuk barang subsidi pemerintah.
Mengingat, koperasi desa itu menyediakan barang subsidi seperti Liquified Petroleum Gas (LPG), beras hingga obat-obatan dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Menurut dia, selama ini harga komoditas strategis kerap dipermainkan tengkulak sehingga merugikan masyarakat.
Baca Juga:Janji Siapkan Rp2 Triliun untuk Pembiayaan Ekspor Furnitur, Purbaya: Bunganya 6 PersenTemukan Peredaran 72 Ton Bawang Bombai Impor Ilegal, Begini Respons Mentan
Bahkan, ia menyebut koperasi juga menjadi solusi atas keterbatasan nelayan dan petani dalam mengakses bahan bakar serta pupuk bersubsidi.
Dengan adanya koperasi, ia memastikan nelayan dapat membeli solar sesuai harga resmi Rp6.800 per liter dan petani mendapatkan pupuk sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.
Lebih lanjut, Zabadi juga menekankan bahwa Kopdes Merah Putih ditugaskan menyelenggarakan program makan bergizi gratis (MBG) bagi anak-anak dengan bahan baku dari produksi lokal.
Menurut dia, koperasi desa ditugaskan mengonsolidasi peternak sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu nasional, sehingga produksi masyarakat desa ditempatkan sebagai prioritas utama dalam penyediaan pangan bergizi.
Kemenkop bersama lintas sektor, termasuk PT Agrinas Pangan Nusantara dan TNI, saat ini sedang melakukan percepatan pembangunan gerai, gudang, dan sarana pendukung Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia sehingga dapat beroperasi tahun depan.
