JABAR EKSPRES – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku tengah menyiapkan anggaran senilai Rp2 triliun untuk pembiayaan ekspor bagi industri furnitur.
Bahkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, anggaran yang disalurkan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tersebut, juga diberikan untuk mendorong ekspor industri tekstil.
“Sekarang kami siapkan Rp2 triliun untuk perusahaan tekstil maupun furnitur. Jadi, mereka bisa datang ke LPEI, bunganya 6 persen. Itu saya janjikan ke mereka,” ujarnya, dikutip Rabu (24/12/2025).
Baca Juga:Temukan Peredaran 72 Ton Bawang Bombai Impor Ilegal, Begini Respons MentanBukan Sekadar Touring, Yamaha Ajak Pemimpin Redaksi Eksplor Jateng Bareng MAXi dan Sport
Disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa, Purbaya mengungkapkan bahwa volume pembiaaan LPEI saat ini baru mencapai Rp200 miliar.
Kondisi tersebut membuat para pelaku usaha furnitur mengusulkan agar pembiayaan ditingkatkan hingga Rp16 triliun. Kemudian, Purbaya mengabulkan usulan tersebut dengan batas anggaran Rp2 triliun.
Usulan itu disampaikan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, saat menyambangi kantor Kemenkeu, Jumat (16/12).
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menjelaskan pihak pengusaha mengusulkan skema insentif hingga deregulasi untuk mendukung industri furnitur.
Kadin Indonesia mencatat peluang ekspor furnitur global bisa mencapai 300 miliar dolar AS, sedangkan porsi Indonesia saat ini baru sekitar 2,5 miliar dolar AS.
Data ini menandakan kontribusi industri furnitur Indonesia relatif kecil di tengah peluang pasar ekspor yang besar.
Selain pendanaan dan strategi industrialisasi, pengusaha juga menyampaikan pertimbangan diversifikasi pasar yang lebih merata, mengingat saat ini pasar ekspor furnitur Indonesia masih terpusat ke Amerika Serikat dengan porsi mencapai 60 persen.
Baca Juga:Jelang Nataru, Kepala Bapanas Fokus Buru Produsen Pelanggar HET MinyaKitaEfek Suntikan Dana Rp200 Triliun ke Suku Bunga Kredit Belum Maksimal, BI Ungkap Kendalanya
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menambahkan industrinya mengharapkan dukungan konkret dari pemerintah, misalnya penurunan bunga atau fasilitas khusus terhadap modal murah.
“Misalnya melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), kami dapat kurang lebih 6 persen. Namun, kami harap volumenya ditingkatkan,” tambah Sobur.
