JABAR EKSPRES – Meski sejumlah daerah tengah memasuki masa panen raya, harga beras jenis medium dan premium di Kota Cimahi justru merangkak naik dan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat untuk zona 1.
Kondisi ini membuat pedagang dan konsumen harus sama-sama beradaptasi di tengah kebutuhan pangan yang kian berat.
Saat ini, HET untuk zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram untuk beras premium dan Rp12.500 per kilogram untuk beras medium. Namun, di pasar tradisional Cimahi, harga eceran telah berada di atas batas tersebut.
Baca Juga:Tujuh Jabatan Camat di Bogor Masih Kosong, BKPSDM Petakan Lulusan IPDNRidwan Kamil Sampaikan Permohonan Maaf, Akui Kesalahan dalam Pernikahan 29 Tahun
Di Pasar Cimindi, pedagang beras bernama Tania (34) mengaku kenaikan harga terjadi sejak pasokan dari daerah penghasil tersendat.
Ia menuturkan bahwa suplai beras yang biasa datang dari Solo, Ngawi, Garut, Majalengka, dan beberapa daerah lain belum kembali stabil meskipun panen sedang berlangsung.
“Sekarang harganya lagi naik. Beras medium biasanya Rp12.500 per kilogram, sekarang menjadi Rp13.000. Premium dari Rp15.000 naik menjadi Rp15.500 per kilogram,” kata Tania, Minggu (28/12/25).
Ia menjelaskan, suplai gabah dari pemasok tidak sebanyak sebelumnya.
“Kata pemasok, pasokan gabah kering berkurang meskipun panen raya. Mungkin karena faktor cuaca, jadi pengirimannya telat,” jelasnya.
Tania mengaku tidak punya pilihan selain menyesuaikan harga agar tidak merugi.
“Kalau belinya sudah tinggi, mau tidak mau harga jual ikut naik supaya kami tidak merugi,” ucapnya.
Dampak kenaikan harga ini terasa langsung di tingkat konsumen. Agus Slamet (45), pedagang beras lainnya, menyebut daya beli masyarakat mulai tertekan.
Baca Juga:Tersirat! Federico Barba Memang Tinggalkan Persib, Begini Katanya!Federico Barba Not For Sale: 'Ambil Julio Aja, Dibonusan Febri'
Banyak pelanggannya yang kini mengurangi jumlah pembelian untuk menjaga keseimbangan kebutuhan rumah tangga.
“Sampai sekarang semuanya mahal. Biasanya konsumen beli 10 kilogram, tapi sekarang diturunkan jadi hanya 5 kilogram karena harus memenuhi kebutuhan lain,” tuturnya.
Situasi ini turut menjadi perhatian Satgas Pangan Kota Cimahi yang terdiri dari Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian, Dinas Pangan dan Pertanian, Polres Cimahi, serta Bulog. Mereka telah turun ke pasar untuk melakukan pemantauan langsung.
Dari hasil pantauan, kenaikan harga memang ditemukan berada di atas HET, meski disebut belum terlalu signifikan.
