Tak hanya itu, wisatawan juga dapat menikmati suasana alam di Gunung Padakasih, Teras Ciseupan, Alam Wisata Cimahi (AWC), hingga Ecowisata Cimenteng. Sejumlah destinasi bernuansa hijau ini diharapkan mampu menjadi pelarian dari hiruk pikuk kota saat libur Nataru.
“Kami juga punya wisata heritage yang bisa jadi pilihan, dan untuk mendukung wisatawan menjelajahi Kota Cimahi, kami siapkan mobil sakoci yang bisa digunakan untuk berkeliling ke titik-titik tertentu,” kata Lucky.
Meski tengah fokus mendongkrak sektor wisata, Lucky mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem. Menjelang akhir tahun, curah hujan di wilayah Cimahi diprediksi meningkat.
Baca Juga:Ide Modifikasi Ala Anak Muda Kekinian, Grand Filano Hybrid Siap Bikin Gaya Makin Anti MainstreamJanji Siapkan Rp2 Triliun untuk Pembiayaan Ekspor Furnitur, Purbaya: Bunganya 6 Persen
Kondisi ini perlu diwaspadai karena Cimahi termasuk wilayah dengan potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir.
Pemkot Cimahi berharap, dengan adanya rangkaian acara dan promosi destinasi lokal ini, sektor pariwisata di kota berjuluk Kota Tentara tersebut dapat berkembang lebih baik. Meski bersaing ketat dengan kota tetangga, Cimahi bertekad menunjukkan identitasnya melalui kekuatan budaya dan keunikan karakter wilayah.
Dengan dukungan masyarakat, pelaku usaha, serta kreativitas dalam pengembangan destinasi, Cimahi menatap libur panjang akhir tahun ini sebagai kesempatan untuk mulai memperluas daya tarik wisatanya dan mendorong perputaran ekonomi daerah.
“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap memperhatikan kondisi alam saat berlibur. Keamanan tetap harus jadi prioritas,” tegasnya menutup. (Mong)
